alexametrics

Jamila, Sosok di Balik Suksesnya Kedai Bakmi ‘Hot’ Janda

9 Juli 2018, 05:55:15 WIB

JawaPos.com – Setahun lalu, nama Jamila mendadak viral di dunia maya. Berstatus sebagai janda dua orang anak, JJ—sapaan akrabnya—sukses membuka bisnis rumah makan. Usahanya itu bernama Kedai Bakmi Janda.

Saat JawaPos.com mendatangi kedai tersebut, Minggu (8/7), JJ sangat antusias melayani tamu-tamu yang diundang dalam soft opening. Mengenakan kostum cosplay ala pembantu Jepang, perempuan berambut pendek itu juga terlihat percaya diri. Tangannya juga terlihat lincah saat meracik mi di dapur.

Sekilas, banyak yang tidak percaya JJ sudah menjanda. Maklum saja, meski usianya sudah menginjak 37 tahun, wajahnya masih terlihat fresh bak model-model cantik. “Dulunya saya memang model. Dua tahun vakum jadi model, terus coba-coba usaha,” cerita JJ kepada JawaPos.com.

Kedai Bakmi Janda
Jamila bersama timnya mengenakan kostum cosplay ala pembantu Jepang untuk melayani tamu kedai bakminya, Minggu (8/7). (Dida Tenola/JawaPos.com)

Kendati lahir di Manado, karir model JJ diawali di Kota Makassar. Di sana dia mulai berlenggak-lenggok dari satu catwalk ke catwalk lainnya. Di Makassar, dia bertemu dengan jodohnya.

Namun sayang, mahligai rumah tangga JJ tidak berjalan mulus dan harus kandas di tengah jalan. Dia tidak menyebut secara rinci penyebab masalahnya. Kepada JawaPos.com ia hanya bercerita soal perbedaan keyakinan. “Saya dengan suami beda agama. Jadi saya ikut Lebaran sekaligus Natalan,” ungkapnya.

Angin kemudian membawa roda kehidupannya ke Surabaya. Saat awal-awal menginjakkan kaki di Kota Pahlawan, JJ masih aktif menggeluti dunia modeling.

Seiring berjalannya waktu, regenerasi di dunia modeling menjadi sebuah keniscayaan. Dia lantas berpikir cara untuk menghidupi kedua anaknya. Segala macam usaha pun dicoba. “Macam-macamlah dulu usahanya. Mulai jual jamur, kepiting, sampai buah impor,” tutur perempuan berambut pirang tersebut.

Hingga akhirnya dia fokus untuk menggarap rumah makan yang menyediakan menu mi. Setelah melalui berbagai pertimbangan, dia pun memilih nama tempat usahanya sebagai Kedai Bakmi Janda.

“Inspirasinya dulu gini, jadi saya waktu pulang dari gereja terus bikin mi. Mama saya nyeletuk, ini kok yang buat janda. Makanan mi ini favorit banyak orang,” kenang JJ.

Selama setahun, usahanya tersebut laris manis. Label janda yang diberikan ternyata banyak mengundang rasa penasaran orang.

JJ tidak menampik bahwa banyak laki-laki yang datang ke kedainya. Sesekali dia juga digoda. “Ada lah pasti yang nggoda. Paling banyak minta nomor handphone. Ya saya kasih aja nomornya depot, kalau nomor pribadi kan ada sendiri,” sebutnya lalu tertawa.

JJ bekerja keras untuk memajukan usahanya. Dia yang berbelanja dan memasak sendiri menu-menu andalan rumah makannya.

Dalam waktu yang akan datang, JJ punya angan-angan untuk membuka berbagai usaha. Salah satunya akan membuat sebuah pujasera yang berisi banyak penjual makanan.

Nah, yang menjadi mulia dari cita-cita tersebut, JJ ingin semua yang membuka stan di situ adalah janda. Dia ingin meningkatkan derajat para janda. “Saya ingin mempekerjakan para janda agar bisa menghidupi anak. Biar bisa membuktikan, janda itu bisa berkreasi, bisa kerja sendiri,” tegasnya.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (did/ce1/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:


Jamila, Sosok di Balik Suksesnya Kedai Bakmi 'Hot' Janda