JawaPos Radar

Di Bojonegoro Sampah Organik Disulap Jadi Energi Listrik

09/07/2018, 21:17 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Di Bojonegoro Sampah Organik Disulap Jadi Energi Listrik
Salah satu petugas pengelola pengembangan teknologi TPA di Desa Banjarsari, Sahid sedang menunjukkan lokasi pengolahan samapah, Senin (9/7). ( (Yudi Handoyo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Jika biasanya sampah menjadi sumber masalah, hal itu tidak terjadi di Kabaupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim). Pasalnya, sejumlah petugas pengelola tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di wilayah setempat mampu mengubah sampah organik menjadi energi tenaga listrik.

Lokasinya berada di TPA Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro. Setiap hari, TPA ini mendapat kiriman sampah dari pemukiman warga sebanyak 280 meter kubik. Proses pengelolaan sampah debedakan menjadi dua kategori, yakni sampah organik dan non organik.

"Khusus untuk sampah organik, dimanfaatkan untuk digunkan menjadi energi listrik yang dapat memenuhi kebutuhan listrik warga sekitar. Caranya, sampah organik yang telah dipisahkan kemudian ditimbun di tempat khusus yakni, sanitary renville," kata salah satu petugas pengelola pengembangan teknologi TPA di Desa Banjarsari, Sahid, Senin (9/7).

Sampah-sampah yang telah menggunung tersebut, lanjut dia, selanjutnya ditancapi pipa. Pipa itu untuk menyedot gas metan yang ditimbullkan dari sampah organik. Gas metan tersebut difilter guna memisahkan antara gas dengan air. Kemudian disalurkan ke pipa khusus yang telah disiapkan sebelumnya.

Hasil gas tersebut kemudian ditampung dalam tabung gas metan, selanjutnya dialirkan ke generator yang kemudian digunakan untuk menyaluri ke sejumlah pemukiman warga. "Pengelolaan sampah yang diubah ke energi listrik sendiri baru dilakukan akhir tahun 2017 lalu," jelasnya.

Sahid mengatakan, sampai dengan saat ini ada sebanyak 41 rumah warga telah teraliri listrik dari perubahan sampah organik menjadi listrik ini. "Warga sekitarpun merasa senang, karena mereka dapat menghemat pengeluaran untuk pembayaran listrik yang kian mahal," tuturnya.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up