JawaPos Radar

2.000 Rumah DP 1 Persen Dibangun di Bontang, Harga Mulai Rp 142 Juta

09/05/2018, 05:50 WIB | Editor: Estu Suryowati
2.000 Rumah DP 1 Persen Dibangun di Bontang, Harga Mulai Rp 142 Juta
Sebanyak 2.000 unit rumah murah dengan uang muka atau down payment (DP) 1 persen bakal dibangun di wilayah Bontang Lestari. (dok. Bontang Post/Jawa Pos Grup)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah terus mengerjakan program perumahan murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), salah satunya di wilayah Bontang, Kalimantan Timur. Sebanyak 2.000 unit rumah murah dengan uang muka atau down payment (DP) 1 persen bakal dibangun di wilayah Bontang Lestari.

Dikutip dari Bontang Post (Jawa Pos Grup), Rabu (9/5), rumah murah ini dihargai mulai dari Rp 142 juta. Dinas Permukiman, Kawasan Perumahan, dan Pertanahan (DPKPP) Bontang pun akan menyetujui site plan ini pada Senin (15/5) mendatang.

Sekretaris DPKPP Bontang Maksi Dwiyanto menuturkan, pada tahap pertama, pengembang atas nama PT Sindy Hutama Karya akan membangun sebanyak 1.000 unit rumah.

"Lokasinya di wilayah Nyerakat Kiri atau dekat dengan Puskesmas Bontang Lestari," jelas Maksi saat ditemui di ruangannya, Selasa (8/5).

Maksi menjelaskan, program perumahan MBR ini merupakan program dari Presiden Joko Widodo untuk memenuhi kebutuhan rumah yang layak bagi masyarakat. Pengembangan perumahan mendapatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"Jadi, semua suku bunganya di-nol-kan," ujarnya.

Pengembang, lanjut Maksi, hanya diberi harga dasar bangunan. Sebab pemerintah pusat telah mensubsidi dana untuk pembangunan infrastruktur jalan lingkungan, drainase, serta fasilitas umum lainnya.

"Konsep ini tentu berbeda jika kita beli rumah sendiri di pengembang dengan menggunakan DP atau uang muka rata-rata 10 persen, karena fasilitas umum dan fasilitas sosial dihitung oleh pengembang dan ditanggungkan ke pembeli," ungkapnya.

Maksi mengatakan, setelah mendapat persetujuan site plan dari DPKPP, pengembang baru bisa melanjutkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Kemudian, barulah pembangunan fisik bisa dimulai.

Dia menambahkan, pengembang menargetkan pembangunan fisik bisa dimulai setelah Lebaran. "Yang sudah terdaftar di kami seluas 5 hektar. Untuk tahap pertama bangunan tipe 36 dulu, dengan luas tanah 9x10 meter. Target mereka 2 tahun sudah selesai semua pembangunannya," pungkasnya.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up