alexametrics

Tekan Polusi Udara, Anies Akui Akan Kembangkan Bus Listrik

9 April 2019, 16:57:07 WIB

JawaPos.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui polusi udara di ibu kota pada kondisi yang membahayakan. Keadaan demikian sudah diakuinya terjadi sejak lama.

Ia pun memikirkan langkah untuk bisa mengurangi polusi udara, khususnya dari emisi gas buang kendaraan. Salah satunya yakni dengan pengembangan bus listrik untuk operasional Transjakarta.

“Dari dulu Jakarta udaranya begini, bukan baru kan? Karena itu kita perlu gerakan sama-sama. Termasuk nanti di Pemprov DKI akan ada langkah-langkah pengendalian emisi udara yang kami mulai,” ucap Anies di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Selasa (9/4).

Ia mengatakan saat ini tengah dilakukan pengujian dua produsen bus listrik. Kedepan bus listrik itu akan digunakan untuk armada Transjakarta demi mengurangi emisi gas buang.

Bus listrik akan diuji coba oleh Transjakarta selama 6 bulan. (Ali/Jawa Pos)

“Kendaraan-kendaraan umum massal (TransJakarta) itu kami akan konversi ke listrik sehingga kendaraan umum massal kita menggunakan tenaga listrik. Itu langkah pertama yang kami lakukan sedang dalam persiapan,” ungkap Anies.

Tidak hanya itu, agar penerapannya total Anies pun akan meminta warga Jakarta untuk menjaga emisi gas buangnya sesuai standar nasional Indonesia. Walaupun, ia baru merencanakannya pada 2020 mendatang. “Insya Allah akan mulai dilaksanakan tahun 2020,” ucapnya.

Sebagai informasi, World Air Quality Report 2018 menyatakan bahwa konsentrasi rata-rata tahunan particulate matter (PM) 2,5 pada tahun 2018 mencapai 45,3 µg/m3, sedang di Hanoi, 40,8 µg/m3.

Diketahui pula konsentrasi PM 2,5 di Jakarta sampai empat kali lipat dari batas aman tahunan menurut standar WHO, yakni 10 µg/m3. Menariknya, angka tersebut sudah melebihi batas aman tahunan, menurut standar nasional pada PP Nomor 41/1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, yakni 15 µg/m3.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Reyn Gloria

Close Ads