alexametrics

Suasana Hati Negatif Ternyata Bisa Mendorong Ide Kreatif

9 April 2019, 20:10:31 WIB

JawaPos.com – Suasana hati yang buruk, gelisah dan tertekan ternyata diketahui dapat mendorong munculnya ide kreatif di sebuah kelompok organisasi. Sebab dengan berada di bawah tekanan menjadikan respons kognitif anggota kelompok cenderung akan muncul lebih cepat.

Hal itu diungkapkan oleh mahasiswa program doktor ilmu manajemen dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Bagus Suripto. Munculnya ide kreatif dari rasa tertekan tersebut, imbuhnya berasal dari hasil penelitiannya terhadap 120 kelompok di 15 organisasi.

Ia mengatakan, adanya tekanan pada kelompok, seperti tenggat waktu penyelesaian tugas merupakan ancaman bagi prestasi kelompok. Hal itu menyebabkan angota kelompok untuk berpikir dan bertindak dalam pemecahan masalah dan penyelesaian tugas.

“Respons kognitif cepat dengan ide dan tindakan anggota kelompok yang berfokus pada masalah dan tugas yang dihadapi dapat menjadikannya memiliki kreativitas yang lebih baik,” ujarnya seperti rilis yang diterima JawaPos.com, Selasa (9/4).

Dikatakannya, suasana hati kelompok yang negatif menjadikannya berkinerja lebih baik daripada individual. Pasalnya anggota kelompok mengalami sesuatu yang tidak disukainya namun adanya keterikatan pada kelompok memaksanya untuk bisa bekerja sama.

Apabila ada anggota kelompok tidak menikmati proses penyelesaian tugas dan pekerjaan yang harus diselesaikan, kondisi itu akan mendorong anggota lainnya memberikan ide-ide kreatif yang lebih terarah. Bahkan anggota lainnya akan terdorong untuk memberikan ide-ide kreatif yang relevan,” ucapnya.

Dalam hasil penelitiannya itu, Bagus juga menyebut susana hati yang negatif itu dapat diminimalkan dengan mengurangi kejadian yang menyebabkan anggota kelompok mengalami suasana hati tidak bahagia, perasaan buruk, gelisah dan sedih. Seperti diperlukan desain ulang tempat kerja dan tata waktu penyelesaian tugas kelompok.

Selain itu, efikasi kolektif juga bermanfaat secara efektif dan efisien dalam peningkatan kreativitas kelompok. Hal seperti ini dapat diwujudkan sejak pembentukan kelompok dengan rekrutmen yang sesuai, mempertimbangkan kompetensi anggota, seperti kemampuan koordinasi dan kerja sama serta kemampuan berempati terhadap sesama anggota.

“Apabila kelompok telah terbentuk, proses mutasi dan promosi dapat dilakukan sebagai langkah organisasi untuk meningkatkan efikasi kolektif,” ucapnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ridho Hidayat



Close Ads