alexametrics

Jokowi-Ma’ruf Targetkan 60 Persen Suara di Karawang

9 April 2019, 14:33:47 WIB

JawaPos.com – Pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)- Ma’ruf Amin menargetkan minimal bisa meraih 60 persen suara di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sebelumnya pada Pilpres 2014 lalu, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) mampu mendulang 40 persen suara di Karawang.

“Perlu saya mengingatkan bahwa tahun 2014, Jokowi-JK di Kabupaten Karawang hanya dapat 40 persen,” tutur Jokowi saat menyampaikan pidato politiknya dalam kampanye terbuka di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Selasa (9/4).

“Tetapi dengan militansi, dengan semangat yang saya lihat hari ini, Insya Allah (mampu meraih) di atas 60 persen. Siapa yang setuju target kita minimal 60 persen? Tunjuk jari! Kalau semangat seperti ini saya juga semangat banget,” lanjutnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, 60 persen itu hanyalah target minimal. “Saya meyakini Insya Allah minimal 60 persen. Artinya, nanti boleh saja kalau 65, 70, 80 persen. Nggak apa-apa, tapi minimal 60 persen, tunjuk jari lagi,” seru Jokowi.

Jokowi juga melontarkan candaan, jika sampai di Kabupaten Karawang tidak memenuhi target suara yang ditetapkan, maka itu menjadi tanggungj awab ulama muda karismatik Karawang, KH Junaedi Al-Baghdadi alias Abah Junaedi.

“Di sini tadi saya sudah bisik-bisik ke Abah Junaedi. Tadi saya sampaikan, ini kalau Kabupaten Karawang tidak dapat minimal lebih dari 60 persen, Abah Junaedi tanggung jawab, dan seluruh jamaahnya ikut tanggung jawab. Terima kasih Muslimat (NU), pekerja, dan partai yang bekerja keras,” papar Jokowi.

Dalam kesempatan itu, mantan wali kota Solo itu juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan pemilihan umum (pemilu) sebagai pesta demokrasi yang menggembirakan. Bukan sebaliknya, pesta yang dihantui dengan berbagai ketakutan.

“Luar biasa. Pagi hari ini saya sangat berbahagia sekali. Senang sekali bisa hadir di Kabupaten Karawang. Terima kasih pak bupati, wabup, dan kita harus gembira,” ucapnya.

Menurut dia, pesta demokrasi adalah pesta kegembiraan. Jangan sampai ada yang menakut-nakuti, ada yang pesimistis. Jangan sampai ada yang suka marah-marah, karena pesta Demokrasi adalah kegembiraan.

Editor : Dida Tenola

Reporter : Khafidul Ulum



Close Ads