JawaPos Radar

Hadapi Tantangan Ekonomi, Ini 4 Pondasi Penting Menurut Sri Mulyani

09/04/2018, 22:48 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Menteri Keuangan Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberi kuliah umum Peluang dan Tantangan Membangun Pondasi Perekonomian Indonesia 2045 di Universitas Diponegoro Semarang, Senin (9/4). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan ada empat pondasi penting yang harus disiapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menyusul, tantangan perekonomian yang harus dihadapi di tahun 2045 nanti.

Pertama adalah faktor sumber daya manusia, yang meliputi integritas, pendidikan, agama, sosial, dan budaya. Hal ini menjadi sangat prioritas dan mulai sekarang harus sudah dipersiapkan. Terlebih lagi Indonesia akan menghadapi bonus demografi beberapa tahun ke depan.

Menurutnya, saat ini Indonesia memiliki sekitar 110 juta pekerja. Namun, posisi mereka tergolong rawan lantaran adanya faktor otomisasi pekerjaan. Hal itu diungkapkannya sewaktu memberikan kuliah umum Peluang dan Tantangan Membangun Pondasi Perekonomian Indonesia 2045 di Universitas Diponegoro Semarang, Senin (9/4).

"Semua serba robot. Tapi ingat, ada yang tidak bisa dilakukan robot, critical thingking. Ini keunggulan manusia yang harus dimanfaatkan," kata dia.

Pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, irigasi, bandara, dan pelabuhan menjadi faktor berikutnya. Dan ini, menurut Sri memang harus dilakukan. "Bukan pembangunannya yang seharusnya diperdebatkan, akan tetapi kualitas dan keamanan bangunannya juga harus diperhatikan," lanjut perempuan kelahiran Bandar Lampung itu.

Hal yang tak kalah penting sebagai salah satu dari pondasi utama menghadapi tantangan perekonomian, menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, yakni sistem kelembagaan. Selain dituntut melakukan pelayanan dengan baik, terbebas dari segala tindak korupsi bakal kian mencerminkan profesionalitas tiap lembaga yang ada.

Keempat atau terakhir, yaitu faktor kebijakan, terutama di bidang ekonomi. Menurutnya, jika sebuah negara salah dalam pengambilan kebijakan, bisa jadi negara tersebut akan tergerus oleh segala permasalahan. 

Ia mencontohkan negara Argentina yang kini mulai beranjak bangkit setelah sempat terpuruk dalam kemisikinan. Hal tersebut bisa terjadi lantaran pemerintahan setempat yang terus berbenah dengan kebijakan-kebijakan tepat sasaran.

"Contoh lagi Korea Selatan. Mereka sampai sekarang belum bisa dikatakan bebas dari korupsi, tapi Korsel terus memperbaiki kebijakannya dan akhirnya menjadi negara yang dipertimbangkan," paparnya.

Ia kembali menegaskan jika keempat yang ia sebutkan tadi mampu terlaksana dan terealisasi dengan baik serta mendapat dukungan, maka perekonomian Indonesia dipastikan bakal diperhitungkan oleh negara-negara di dunia.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up