alexametrics
Berdasar Temuan Situs Purbakala di Sekarpuro.

Lokasi Tol Mapan Diduga Pernah Jadi Permukiman Elite Zaman Majapahit

9 Maret 2019, 14:51:36 WIB

JawaPos.com- Temuan situs purbakala yang ditemukan di salah satu wilayah pengerjaan proyek Tol Malang-Pandaan (Mapan) diduga merupakan peninggalan kerajaan Majapahit. Lokasi penemuan yang berada di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, diyakini dulunya merupakan permukiman masyarakat elite pada zaman Majapahit. Analisis itu muncul dari benda-benda yang ditemukan, seperti koin Tiongkok dan keramik.

Sejarawan Universitas Negeri Malang (UM) Mudzakir Dwi Cahyono mengatakan, situs yang ditemukan di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro ini merupakan situs pemukiman.

“Kalau dilihat temuan ukuran bata, penataan bata, ini merupakan situs permukiman Majapahit, bukan situs keagamaan,” ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (9/3).

Dia menjelaskan, dilihat dari barang-barang yang ditemukan, situs ini merupakan permukiman kelas menengah ke atas. “Ada temuan cermin, koin uang gobog (mata uang Tiongkok), keramik Tiongkok. Biasanya yang tradisi berhias itu orang menengah ke atas,” tuturnya.

Dilihat dari letak ditemukannya, situs ini ditemukan di jalur pengerjaan tol antara Lawang-Malang, atau berada hampir di ujung Sekarpuro. Sementara Sekarpuro sendiri ada indikasi merupakan area peninggalan purbakala.

“Ini menunjukkan bahwa Sekarpuro, Madyopuro, Ampeldento, Kebalon, merupakan desa-desa sentra permukiman dan pusat pemerintahan Mpu Sendok era kerajaan Mataram di abad 10,” jelasnya.

Mudzakir melanjutkan, pada masa kerajaan Singosari,  di Timur kali Ampronf terdapat dusun Kebalon. Saat itu pusat pemerintahan negaro Kabalan berada di bawah kekuasaan Kusumawardhani, yang merupakan putri mahkota Hayam Wuruk.

Kehidupan pun berlanjut, hingga masa Majapahit. Kemudian pada akhir 1473, keluar prasasti Pamintihan. Lokasi Pamintihan sendiri berada di sebelah Barat Kabalan atau di sebelah Utara Madyopuro.

“Ada kemungkinan Madyopuro, Sekarpuro, dan Ngadipuro termasuk Pamintihan. Dari situ diperoleh petunjuk kalau ini desa kuno,” lanjutnya.

Oleh karena itu, dia tidak heran bila banyak warga yang menemukan benda-benda peninggalan sejarah di area pengerjaan tol seksi 5 km 37 itu. “Sebelum pembuatan tol warga sudah temukan kayak uang gobok dan lain-lain,” pungkasnya.

Melihat hal itu, tidak sedikit warga sekitar yang berbondong-bondong mencari benda-benda peninggalan sejarah di wilayah tersebut. Selain untuk koleksi, ada juga yang dijual untuk mendapatkan keuntungan.

Seperti diberitakan JawaPos.com sebelumnya, sebuah timbunan dengan material batu bata diduga bangunan situs purbakala ditemukan di salah satu wilayah pengerjaan proyek jalan Tol Malang-Pandaan (Mapan). Persisnya di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Timbunan itu diduga merupakan pura tempat sembahyang pada era Kerajaan Majapahit.

Editor : Dida Tenola

Reporter : Fiska Tanjung

Lokasi Tol Mapan Diduga Pernah Jadi Permukiman Elite Zaman Majapahit