JawaPos Radar | Iklan Jitu

Remisi Susrama Dicabut, Moeldoko: Presiden Tidak Menutup Hati

09 Februari 2019, 18:07:38 WIB
Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam peringatan Hari Pers Nasiona di Surabaya, Sabtu (9/2). (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mencabut remisi kepada I Nyoman Susrama. Dia merupakan terpidana kasus pembunuhan wartawan Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa. "Sudah. Sudah saya tanda tangani," kata Jokowi saat menghadiri Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya, Sabtu (9/2).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjelaskan, pembatalan remisi kepada Susrama merupakan keputusan terbaik presiden. Sekaligus bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah terhadap masyarakat. Terutama terkait dengan perlindungan keselamatan pekerja media saat menjalankan tugas.

Rasa keadilan menjadi poin pada pertimbangan pencabutan remisi tersebut. "Presiden tidak menutup hati terhadap kegelisahan dari para wartawan dan pekerja media. Mereka harus mendapatkan perlindungan saat bertugas," terang Moeldoko.

Terkait pemberian remisi kepada Susrama, Moeldoko punya penjelasannya. Remisi juga diberikan kepada 100-an narapidana lain. Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) yang memberikan remisi.

Kemenkumham memberikan tanda merah, kuning, dan hijau untuk berkas yang perlu mendapatkan atensi lebih dari presiden. Sebelumnya, remisi Susrama tidak diberi label itu. Sebab pemberian tersebut sifatnya sudah sesuai prosedur.

Untuk itu, Moeldoko mengatakan bahwa Presiden Jokowi meminta Menkumham Yasona Laoly agar bekerja lebih teliti dan meninjau ulang pemberian remisi kepada Susrama. Mengingat kasus ini tak hanya berkaitan dengan perlindungan kepada para pekerja media. Tapi upaya menjaga kemerdekaan pers. Sekaligus mencerminkan rasa keadilan di tengah masyarakat.

"Nyoman telah menjalani hukumannya. Kemudian ada proses remisi terhadap yang bersangkutan. Pengajuan remisi terhadap Susrama datang bersamaan dengan puluhan narapidana lainnya," tutur Moeldoko.

Kasus pembunuhan yang menghilangkan nyawa Prabangsa terjadi pada 11 Februari 2009. Tempat kejadian perkaranya di kediaman Nyoman Susrama di Banjar Petak, Bangli. Motifnya, kekesalan Nyoman Susrama kepada Prabangsa atas pemberitaan di Radar Bali.

Editor           : Sofyan Cahyono
Reporter      : Aryo Mahendro

Alur Cerita Berita

Jalan Belakang Dapat Surat Pengampunan 09 Februari 2019, 18:07:38 WIB
Puluhan Jurnalis di Malang Jalan Mundur 09 Februari 2019, 18:07:38 WIB
Yasonna: Bukan Grasi, tapi Remisi Perubahan 09 Februari 2019, 18:07:38 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up