alexametrics

Polisi Selidiki Dugaan Penangkapan Lumba-Lumba di Perairan Pacitan

9 Januari 2022, 19:36:23 WIB

JawaPos.com–Aparat Kepolisian Resor Pacitan menyelidiki dugaan penangkapan lumba-lumba di wilayah perairan Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Rekaman video mengenai penangkapan lumba-lumba sempat viral.

Kepala Polsekta Pacitan AKP Sugeng Rusli Muslan mengatakan, polisi sudah menggerebek kapal yang diduga digunakan untuk menangkap lumba-lumba. Petugas membawa empat awak kapal, termasuk nakhoda, ke markas kepolisian untuk pemeriksaan.

”Saat digerebek, kami tidak menemukan bangkai lumba-lumba di dalam geladak kapal kecuali ikan-ikan segar di antara tumpukan bongkahan es dalam kotak. Namun demikian empat orang kami bawa untuk kepentingan penyelidikan,” kata Sugeng seperti dilansir dari Antara pada Minggu (9/1).

”Kami lakukan interogasi untuk membuktikan ada tidaknya sisa-sisa yang diambil daripada yang dinamakan lumba-lumba itu,” terang Sugeng.

Polisi menangani kasus dugaan penangkapan lumba-lumba sejak Sabtu (8/1). Aparat kepolisian melakukan penggerebekan kapal dengan dukungan personel dari TNI Angkatan Laut.

Selama penggerebekan, polisi menggeledah kapal dan memeriksa boks-boks tempat penyimpanan ikan di geladak, namun tidak menemukan lumba-lumba di dalamnya.

Menurut keterangan awak kapal, lanjut Sugeng , kapal sempat membawa tujuh lumba-lumba yang tersangkut di dalam jaring bersama tangkapan ikan yang lain. Mamalia laut itu mati karena terlalu lama terperangkap di dalam jaring.

”Diketahui adanya lumba-lumba itu kan setelah jaring ditarik. Nah untuk menarik jaring itu kan dibutuhkan waktu berjam-jam. Kapan tersangkut, itu enggak dipahami,” kata Sugeng.

”Nanti kan kami akan buktikan seperti apa. Yang jelas barang ini sekarang kan sudah dalam jangkauan reskrim dan intel. Kalau memenuhi unsur (pidana) bisa naik ke penyidikan,” tambah dia.

Kasus penangkapan lumba-lumba di perairan Pacitan mengemuka setelah seorang anak buah kapal mengunggah rekaman video tangkapan ikan, termasuk di antaranya tujuh lumba-lumba moncong panjang (Stenella longirostris) berukuran 1,5 meter.  Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, semua jenis lumba-lumba air laut dilindungi.

Konvensi Perdagangan Internasional Satwa dan Tumbuhan Langka (CITES) memasukkan sebagian besar jenis lumba-lumba di Indonesia dalam Apendiks II, daftar spesies yang tidak terancam punah tapi bisa menjadi terancam punah bila perdagangannya terus berlanjut tanpa pengaturan.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads