alexametrics

Tarif Parkir Mahal, Azas Tigor: Dukung Kebijakan Ganjil Genap dan ERP

8 Desember 2018, 15:55:29 WIB

JawaPos.com – Kebijakan Pemprov DKI Jakarta menaikkan tarif parkir yang mahal menuai pro kontra. Para pengendara menolak rencana kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu, sementara sebagian kalangan mendukung untuk mengurai kemacetan dan menbiasakan masyarakat naik angkutan umum.

Analis Kebijakan Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan menyatakan, kebijakan kenaikan tarif parkir bisa memecahkan masalah kemacetan di ibu kota. Karena pengendara akan berpikir ulang jika menggunakan kendaraannya dengan tarif parkir yang mahal.

“Pengendalian penggunaan kendaraan pribadi bisa dilakukan dengan membuat manajemen parkir mahal dan sulit. Tetapkan  tarif parkir dan pajak parkir semahal mungkin serta mengurangi ruang parkir semaksimal mungkin di tengah kota,” ungkapnya kepada JawaPos.com, Sabtu (8/12).

Menurutnya, ini sudah diterapkan di berbagai kota di dunia. Manajemen yang dibuat adalah sistem zona, semakin area tersebut mengarah ke kota maka pembayaran tarif parkir akan semakin mahal.

“Penggunaan kendaraan pribadi sudah dilakukan di banyak kota lain di dunia. Jadi makin ke tengah kota dan demand penggunaannya tinggi maka tarif parkirnya atau pajak parkir sangat tinggi dan mahal,” ungkapnya.

Sehingga, Tigor melihat yang dinaikkan bukan hanya tarif (restribusi) parkir tetapi juga menaikan pajak parkir dalam gedung. Jika, rencana kenaikan tarif parkir dan pajak parkir maka langkah ini membantu kebijakan pengendalian ganjil genap dan Electronic Road Pricing (ERP) untuk mengurai kemacetan Jakarta.

“Untuk itu Pemprov harus segera menyediakan layanan angkutan umum yang akses, terintegrasi baik. Adanya integrasi angkutan umum  untuk memudahkan masyarakat berpindah dari kendaraan pribadi menjadi pengguna angkutan umum,” terangnya.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : (rgm/JPC)

Tarif Parkir Mahal, Azas Tigor: Dukung Kebijakan Ganjil Genap dan ERP