JawaPos Radar

Mengenal 6 Pahlawan Baru Indonesia

Cerita Anies Soal Sang Kakek Sebagai Jurnalis: Selalu Bawa Recorder

08/11/2018, 15:05 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Cerita Anies Soal Sang Kakek Sebagai Jurnalis: Selalu Bawa Recorder
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenang sang kakek yang berprofesi sebagai jurnalis, Kamis (8/11) (Reyn Gloria/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Abdurrahman Baswedan atau akrab disapa A.R Baswedan dikenal sebagai jurnalis senior. Pribadinya dikenal sebagai orang yang independen sehingga terlibat di beberapa peristiwa bersejarah yang ada di Indonesia.

Salah satu cucunya yang saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengenang sosok sang kakek sebagai orang yang penuh semangat dalam menulis. Anies mengakui dekat dengan sang kakek karena tumbuh besar bersama A.R Baswedan di Jogjakarta.

"Kalau zaman dulu, anak cucu satu rumah semuanya. Jadi pulang TK itu kakek biasanya jemput karena rumah dengan TK nggak jauh. Kemudian setiap hari saya ke kantor pos bersama karena beliau seorang wartawan," ungkap Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (8/11).

Cerita Anies Soal Sang Kakek Sebagai Jurnalis: Selalu Bawa Recorder
Keluarga besar Pahlawan Nasional Indonesia yang baru ditetapkan, Abdurrahman Baswedan (Reyn Gloria/JawaPos.com)

"Dari mudanya wartawan, sampai akhir hayatnya. Ke mana pun pergi selalu bawa kamera, ke mana pun pergi selalu bawa tape recorder," tutur pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat tersebut.

Hingga saat ini, Anies mengakui keluarganya masih menyimpan ratusan koleksi kaset rekaman pembicaraan dengan figur yang diliput. Apa pun yang direkam kini menjadi saksi sejarah sang kakek.

"Waktu itu memang (A.R Baswedan) kaum terdidik penulis itu memang menjadi jurnalis. Koran tempat dia menulis di Sin Tit Po karena dia dinilai mampu, dia buat media sendiri, Aliran Baroe. Dia beli sendiri, percetakaannya, nyetak sendiri, bagi sendiri," ungkapnya.

Anies mengingat ciri khas sang kakek saat mengetik dengan 10 jari dan melihat ke atas, sangat lancar. Anies menyadari figur A.R Baswedan hidupnya benar-benar terlibat dengan menulis, dia bersyukur dapat menjadi saksi kakeknya menjadi jurnalis hebat hingga kelas 2 SMA.

"Menjelang kemerdekaan beliau salah satu anggota BPUPKI yang bersidang di Gedung Pancasila dan di jadwal pidato beliau itu ada 3 orang yang berpidato tanggal 1 Juni, yakni A.R baswedan kemudian 1 saya lupa namanya, lalu Bung Karno," tuturnya.

A.R Baswedan pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Wakil Menteri Muda Penerangan RI pada Kabinet Sjahrir, Anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), Anggota Parlemen, dan Anggota Dewan Konstituante. Bahkan, A.R Baswedan salah satu diplomat pertama Indonesia dan berhasil mendapatkan pengakuan de jure dan de facto pertama bagi eksistensi Republik Indonesia dari Mesir.

Jalan politik A.R. Baswedan dimulai saat menjadi ketua PAI. Saat itu, PAI memperjuangkan penyatuan penuh keturunan Arab dengan masyarakat Indonesia dan terlibat aktif dalam perjuangan bangsa. PAI mendapatkan banyak kritikan dan cercaan dari sana-sini atas cita-citanya.

A.R. Baswedan mengonsolidasikan kekuatan internal sekaligus membangun komunikasi dengan pihak luar, yaitu gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia lainnya, seperti Soekarno, Moh Hatta, Sutan Sjahrir, dan Moehammad Husni Thamrin. Pada 21 Mei 1939, PAI turut bergabung dalam Gerakan Politik Indonesia (GAPI) yang dipimpin Moehammad Husni Thamrin. Dalam GAPI ini, partai-partai politik bersepakat untuk menyatukan diri dalam wadah negara kelak bernama Indonesia.

Berkat masuk dalam GAPI ini, posisi PAI sebagai gerakan politik dan kebangsaan semakin kuat. Selain masuk dalam GAPI, A.R. Baswedan juga membawa PAI ke dalam lingkaran gerakan politik kebangsaan yang lebih luas dengan masuk ke dalam Majelis Islam ala Indonesia (MIAI) pada 1937.

A.R Baswedan wafat di Jakarta pada 16 Maret 1986 di umur 78 tahun. Sebagai seorang tokoh walaupun lahir di Surabaya, A.R Baswedan menutup usianya di Jakarta setelah otobiografinya selesai dibuat.

Seperti diketahui, A.R. Baswedan menjadi salah satu pahlawan yang baru saja dinobatkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Presiden. Ada enam pahlawan yang mendapatkan gelar pada hari ini. 

(ce1/rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up