alexametrics

Abu Sayyaf Kembali Mengancam, Pelayaran ke Filipina Diminta Hati-hati

8 November 2018, 05:50:42 WIB

JawaPos.com – Peningkatan kewaspadaan terhadap kapal yang akan berlayar menuju perairan Filipina kembali dikeluarkan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Permintaan kewaspadaan tersebut disampaikan melalui Maklumat Pelayaran (Mapel) nomor: 148/TX-30/XI/DN-18.

Dalam maklumat tersebut dijelaskan dasar peningkatan kewaspadaan terhadap kapal yang akan berlayar menuju perairan Filipina. Adanya informasi dari Philippine Focal Point Kurbuk, Philippine Coast Guard, bahwa ada rencana kelompok Abu Sayyaf melakukan penculikan di tiap kesempatan yang memungkinkan di daerah yang dirahasiakan.

Informasinya kelompok tersebut menggunakan kapal motor berwarna biru dan putih tanpa ada tanda pengenal yang biasa disebut jungkong.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli, KSOP Kelas III Tarakan Syaharuddin membenarkan adanya mapel terkait peningkatan kewaspadaan terhadap kapal yang akan menuju ke perairan Filipina.

“Dengan adanya mapel tersebut, kami sebelum menerbit surat persetujuan berlayar (SPB), terlebih dahulu mengimbau kepada nakhoda kapal berbendera Indonesia yang akan berlayar menuju Filipina ataupun hanya melintasi perairannya, untuk menghindari perairan yang rawan konflik di daerah perairan Filipina Selatan dan perairan Malaysia Timur,” ungkapnya dikutip dari Radar Tarakan (Jawa Pos Group), Kamis (8/11).

Pihaknya juga mengimbau kepada setiap kapal ketika berada di daerah perairan rawan tersebut untuk dapat meningkatkan kewaspadaan sesuai dengan international ship and port facility security code. Tujuannya tidak lain demi keselamatan kapal, nakhoda dan awak kapal.

“Di atas kapal ada sistem keamanan, pola itu yang diharapkan dilaksanakan di atas kapal ketika melakukan pelayaran ke Filipina,” tuturnya.

Selain dirinya mengimbau jika ada hal-hal yang dapat mengancam keselamatan nakhoda dan awak kapal, pihaknya mengimbau agar segera menghubungi stasiun radio pantai terdekat ataupun petugas yang bisa menjangkau ke lokasi kapal yang meminta pertolongan.

“Nakhoda harus sigap ketika merasa ada hal-hal yang dapat mengancam keselamatan,” ujarnya.

Selain memberikan imbauan kepada kapal yang berlayar ke Filipina, pihaknya juga memberikan imbauan kepada kapal penumpang tujuan Tawau, Malaysia seperti Indo Maya dan Tawindo.

“Meski kapal penumpang ini kecil terjadinya kejahatan pembajakan, tapi kita tetap memberikan imbauan, tujuannya tidak lain untuk meningkatkan kewaspadaan, karena potensi kejahatan sekecil apapun bisa terjadi bila ada peluang,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (jpg/est/JPC)


Close Ads
Abu Sayyaf Kembali Mengancam, Pelayaran ke Filipina Diminta Hati-hati