JawaPos Radar

Cegah Pencurian Ikan di Laut Mentawai, Butuh Tambahan Kapal Patroli

08/11/2017, 05:22 WIB | Editor: Suryo Eko Prasetyo
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit bersama pejabat Kemenko Polhukam di Istana Gubernuran Sumbar
KONSOLIDASI: Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menggelar rakor dengan beberapa pejabat Kemenko Polhukam di Istana Gubernuran Sumbar pada Selasa (7/11). (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Tantangan buat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menekan aksi pencurian ikan (illegal fishing) dan mengawasi turis asing di perairan kepulauan Mentawai, Sumbar. Mereka berencana menambah kapal patroli. Perairan Sumbar berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, sehingga harus dijaga ekstra ketat.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, perairan Sumbar khususnya Mentawai memang menjadi salah satu lokasi favorit untuk praktek penangkapan ikan secara illegal. Baik kapal asing maupun lokal.

Salah satu cara menekan aksi-aksi liar ini kata Wagub adalah dengan menyiagakan kapal patroli berkecepatan laju di atas 20 knot. Sedangkan hari ini, Sumbar hanya memiliki dua kapal patroli dan itu digunakan untuk mengawasi seluruh perairan Sumbar. Dan lagi, satu unit kapalnya masih berkecepatan di bawah 20 knot.

''APBD Sumbar terbatas. Sehingga belum mampu menambah kapal. Harusnya, ada satu unit kapal lagi untuk patroli khusus perairan Mentawai. Sedangkan untuk pengadaan satu unit kapal patroli saja, dibutuhkan anggaran mencapai Rp 4 miliar,'' kata Nasrul Abit kepada JawaPos.com seusai menggelar rapat koordinasi dengan Kemenko Polhukam di istana Gubernur Sumbar, Selasa (7/11).

Selain illegal fishing, pengawasan di Perairan Kepulauan Mentawai juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi masuknya turis asing tanpa izin. Apalagi, Mentawai sudah dikenal memiliki ombak besar dan surga bagi para peselancar dunia.

Nasrul mengatakan, wisatawan asing yang sampai di Mentawai melalui jalur timur alias lewat daratan Sumbar, dapat dipastikan memiliki dokumen resmi. Namun, turis yang datang dari laut lepas sebelah barat Mentawai, dicurigai masuk tanpa dokumen resmi.

''Mereka yang datang langsung dari laut yang tak bisa disaring. Ini yang harus diawasi dan kita butuh kapal patroli,'' ulas Nasrul.

''Mengantisipasi ini, pemprov telah memperketat pengawasan melalui kantor imigrasi,'' imbuhnya.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up