alexametrics

Genjot Produksi Tebu untuk Swasembada Gula 2024

8 September 2021, 21:47:07 WIB

JawaPos.com – Petrokimia Gresik bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menggelar tanam perdana komoditas tebu Program Makmur (sebelumnya bernama Agro Solution) di Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Rabu (8/9).

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas MoU kerja sama Program Makmur antara Petrokimia Gresik dengan PTPN X. Potensi luasan lahan tebu yang akan dikawal dari MoU itu mencapai 31.000 hektar (Ha).

“Ini merupakan upaya Petrokimia Gresik mendorong peningkatan produktivitas tanaman tebu di Jawa Timur. Saat ini Jawa Timur menjadi penopang utama tebu nasional sebagai bahan baku gula,” ujar Dwi Satriyo.

Katanya, produktivitas tebu dalam negeri saat ini masih belum mencukupi kebutuhan gula nasional. Penyebabnya, belum optimalnya pemanfaatan saprodi dan kawalan teknologi oleh petani tebu. Oleh karena itu, kerja sama Petrokimia dan PTPN X menjadi salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Direktur Utama PTPN X Tuhu Bangun menambahkan bahwa PTPN Grup punya tugas untuk mewujudkan swasembada gula konsumsi pada 2024 sebanyak 2,4 juta ton. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah peningkatan produktivitas. “Semoga program ini bisa menjadi role model dan dapat dikembangkan di PTPN yang lain,” ujar Tuhu.

Melalui kerja sama ini, Petrokimia Gresik akan menjamin penyediaan pupuk nonsubsidi kepada petani binaan. Untuk musim tanam tebu kali ini, pupuk yang diharapkan petani tebu antara lain NPK Phonska Plus dan ZA non-subsidi.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga akan memberikan kawalan dan analisa uji tanah melalui layanan gratis Mobil Uji Tanah. Nantinya, petani dapat memperoleh rekomendasi pemupukan sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.

Program Makmur merupakan transformasi dari Program Agro Solution yang diinisasi Pupuk Indonesia sejak 2020. Program ini mencakup berbagai aspek yang membantu petani dan budidaya pertanian. Mulai dari pengelolaan budidaya tanaman berkelanjutan, informasi dan pendampingan budidaya pertanian, digital farming dan mekanisme pertanian. Selain itu juga akses permodalan dan perlindungan risiko pertanian, serta adanya offtaker atau jaminan pasar bagi petani.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads