JawaPos Radar

OK OCE Mart Kalibata Bangkrut, Sandiaga Klaim Karena Ekonomi Lesu

08/09/2018, 09:10 WIB | Editor: Erna Martiyanti
OK OCE Mart Kalibata Bangkrut, Sandiaga Klaim Karena Ekonomi Lesu
OK OCE Mart di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat yang masih beroperasi. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tutupnya OK OCE Mart di Kalibata membuat Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno angkat bicara. Menurutnya banyak pihak bertanya soal kelanjutan program OK OCE setelah dirinya meninggalkan Jakarta. Dia mengklaim penyebab salah satu gerai OK OCE di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan bangkrut lantaran ekonomi nasional yang sedang lesu.

“Karena sekarang kan keadaan ekonomi turun, omzet mereka juga turun jadi mereka sekarang lagi mencari lokasi lain," kata Sandiaga, seperti keterangan pers yang diterima JawaPos.com, Jumat (7/9).

Gerai OK OCE Mart di Kalibata menurut Sandiaga awalnya tidak bayar sewa, sekarang harus bayar sewa. "Saya selalu ingatkan bahwa bisnis itu naik turun, nah OK OCE Mart yang di Kalibata ini mereka awalnya tidak menyewa dan sekarang ini harus menyewa lahan dan itu berat. Jadi nggak tutup mereka mau pindah," jelasnya.

OK OCE Mart Kalibata Bangkrut, Sandiaga Klaim Karena Ekonomi Lesu

Data internal OK OCE mencatat, setelah Sandiaga memutuskan mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres nanti jumlah peserta OK OCE tidak stagnan. Berdasarkan data dari https://okoce.me saat ini total anggota di seluruh Indonesia sebanyak 51 ribu lebih.

Padahal sebelumnya sempat ada asumsi yang menyebut, setelah Sandiaga melepas jabatan Wagub, maka dinas-dinas terkait tidak mampu meningkatkan jumlah peserta OK OCE secara signifikan.

Jika asumsi itu dianggap benar, itu artinya peningkatan jumlah peserta OK OCE terjadi karena adanya peningkatan awareness di tengah-tengah masyarakat terkait penting dan menariknya program OK OCE untuk peluang usaha dan lapangan kerja.

Lebih mengejutkan lagi, berdasarkan data terbaru, justru jumlah pendaftar OK OCE meningkat setelah berhembus berita negatif tentang OK OCE. Kondisi itu menjadi bukti jika masyarakat Indonesia sudah cerdas dan paham mengenai framing pemberitaan media.

Pihaknya mengkalim, keberlangsung program OK OCE dijamin oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Program ini menjadi janji politiknya ketika berkontestasi dalam Pilkada DKI Jakarta lalu. Meski ada gerai yang tutup, program ini akan tetap menjadi perhatian Pemprov. "Kita akan terus (lanjutkan)," Anies.

Hal senada juga diungkapkan, Kepala Dinas UMKM DKI Jakarta Irwandi menjamin, meskipun Sandiaga tidak di Balaikota lagi, program OK OCE akan terus berjalan. “Program ini sudah jadi Perda dan masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ini akan jadi program 5 tahunan, program jangka panjang,” kata Irwandi.

Bahkan menurut Irwandi, program ini terus berlanjut untuk mencapai target besar sebagai program jangka panjang untuk menghasilkan 40 ribu wirausahawan baru dalam waktu satu tahun dan 200 ribu usahawan dalam jangka waktu lima tahun.

Menyikapi apriori sebagian kecil masyarakat tentang kelanjutan program OK OCE, Ketua Umum Perkumpulan Gerakan OK OCE Faransyah Jaya mengatakan program OK OCE akan tetap berjalan karena dikerjakan jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov DKI Jakarta, antara lain Dinas Perindustrian dan Energi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pendidikan serta Dinas Sosial DKI Jakarta.

“Tetap lanjut programnya. Meski Bang Sandi sebagai sosok dan maskot sudah tidak menjabat,” kata pria yang akrab disapa Coach Faran ini.

Menurut Coach Faran, mundurnya Sandiaga sebagai Wagub DKI Jakarta justru meningkatkan posisinya dalam struktur kepengurusan Perkumpulan Gerakan OK OCE yang semula founder menjadi National Advisor.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up