JawaPos Radar

Kemarau, Fenomena Tanah Ambles Tak Muncul di Gunungkidul

08/09/2018, 18:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Tanah Ambles
TANAH AMBLES: Lahan pertanian milik warga di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) tanahnya ambles beberapa waktu lalu. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Semenjak musim kemarau tak ada lagi kemunculan fenomena tanah ambles yang ada di ladang dan sawah milik warga di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Lubang yang masih ada saat ini pun sudah ditutupi dengan jerami dan dipasang papan pengumuman agar tak membahayakan masyarakat setempat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, munculnya fenomena alam itu hanya pada Februari lalu, ketika masih berlangsung musim hujan.

"Belum ada penambahan sampai sekarang. Baik itu luasannya maupun jumlah. Saya tidak tahu persis jumlahnya tapi lebih dari sebelas," katanya, Sabtu (8/9).

Munculnya fenomena berupa tanah ambles itu juga sudah dikoordinasikan dengan Badan Geologi. Rekomendasinya agar tak ditutupi dengan sampah, melainkan memakai jerami.

"Selain memakai jerami, kami juga memang pengamanan berupa plastik. Kami juga beri papan informasi di sekitarnya," kata dia.

Fenomena ini, menurutnya karena memang karakteristik Gunungkidul yang merupakan pegunungan karst. Banyak cekungan atau celah tanah dan juga terdapat sungai bawah tanah. "Tahun-tahun dulu juga ada peristiwa seperti ini. Hanya tidak banyak. Kalau orang-orang tua pasti tahu cekungan itu di mana saja," ucapnya.

Untuk diketahui, tanah ambles di Gunungkidul muncul di beberapa titik pada awal tahun ini. Seperti di Kecamatan Rongkop ada 17 titik. Diameternya pun bervariasi dari mulai 2 meter hingga ada yang mencapai 7 meter.

Kemunculan tanah ambles di Rongkop itu dilaporkan mulai ada sejak akhir Januari lalu. Setelah terjadinya hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Selain Rongkop, sebelumnya juga dilaporkan ada 4 lubang tanah ambles yang muncul di Kecamatan Ponjong.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up