JawaPos Radar

Bus Masuk Jurang, Begini Kata Bupati Sukabumi Soal Jalur Maut Cikidang

08/09/2018, 19:35 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Bus Masuk Jurang, Begini Kata Bupati Sukabumi Soal Jalur Maut Cikidang
Bus Pariwisata masuk jurang di Sukabumi, Jawa Barat. (dok Radar Sukabumi/ Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Bupati Sukabumi Marwan sangat menyayangkan kejadian kecelakaan bus pariwisata di ruas jalan alternatif Cikidang di Kampung Bantarselang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (08/09). Pasalnya, akibat kecelakaan itu menewaskan 20 orang yang seharusnya tidak boleh terjadi.

“Jadi begini, jalur tersebut sebetulnya diperuntukan untuk kendaraan kecil saja. Dan para pengendara sebetulnya sudah diberikan peringatan jika memasuki jalan Cikidang harus hati-hati dan tidak boleh kencang-kencang, “ kata Marwan seperti dikutip Radar Sukabumi.com (Jawa Pos Group), Sabtu (8/9).

Seringnya terjadi kecelakaan didaerah tersebut, menurutnya pihaknya bersama Polres Sukabumi sudah melakukan pengawasan dengan menempatkan anggotanya. Namun, karena rombongan bus pariwisata tersebut akan berkegiatan di jalan Cikidang, maka jalur tersebut jadi prioritas.

Bus Masuk Jurang, Begini Kata Bupati Sukabumi Soal Jalur Maut Cikidang
Para korban kecelakaan bus pariwisata yang masuk ke jurang di Sukabumi, Jawa Barat. ()

“Khusus untuk rombongan ini, bisa dikatakan kami kecolongan. Karena pihaknya tidak sempat memberitahukan mereka karena menggunakan kendaraanya dengan kencang. Sebetulnya ada jalan lain untuk menuju tempat wisata tersebut, namun harus memutar makanya bus tersebut menggunakan jalur ini, “terangnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, kedepan pihaknya akan menkaji ulang perlintasan tersebut. Mungkin dengan melakukan rekayasa jalan semisal dikhususkan untuk kendaran pribadi saja dan nantinya kajian ini akan diajukaan ke Provinsi Jawa Barat. Selain itu juga pihaknya akan melakukan pembahasan dengan tempat wisata arum jeram yang berada dijalan tersebut.

“Ke depan kami akan melakukan komukasi kepada pengelola pariwisata arum jeram, agar nantinya jika ada wisatwan yang menggunakan mobil besar di titik tersebut diturunkan dan kemudian dialihkan ke kendaraan kecil, “bebernya

Dirinya juga mengaku kecolongan, karena pengawasan yang selalu dilakukan tidak optimal dan berjalan yang baik. Namun, dirinya juga mengaku dengan jumlah petugas yang sedikit dan banyaknya wisatawan menjadi tidak terpantau.

“Sebetulnya petugas selalu berjaga, namun karena banyak kendaraan melintas kami tidak bisa menditeksi satu persatu hingga kejadian tersebut terjadi, “ tukasnya.

(jpg/ona/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up