JawaPos Radar

Gempa di Lombok

Galang Dana, Siswa SD di Solo Kumpulkan Kardus Bekas

08/08/2018, 14:02 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Korban Gempa di Lombok
GALANG DANA: Sejumlah siswa SD Negeri 38 Madyotaman tengah melakukan penggalangan dana untuk korban gempa Lombok, NTB, Rabu (8/8). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Bencana gempa dahsyat yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi duka bagi negeri ini. Banyaknya korban jiwa akibat bencana tersebut membuat warga berbondong-bondong untuk memberikan bantuan.

Penggalangan dana juga dilakukan agar bantuan cepat tersalurkan kepada para korban. Ini seperti yang dilakukan oleh para siswa SD Negeri Madyotaman, Solo, Rabu (8/8). 

Para siswa ini begitu bersemangat dalam melakukan penggalangan dana. Tetapi, penggalangan dana yang dilakukan para siswa bukan dengan mengumpulkan uang. Melainkan menggunakan sampah.

Yakni kardus bekas yang sudah tidak terpakai dikumpulkan oleh para siswa. Selanjutnya, kardus-kardus tersebut diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Kota Solo

Salah satu siswa kelas VI, Yohanan mengaku begitu senang dengan kegiatan ini. Meski hanya sekadar mengumpulkan kardus bekas, dirinya bisa berpartisipasi membantu para korban gempa.

"Tadi bawa kardus dari rumah, kemudian dikumpulkan di sekolah. Kardus-kardus bekas ini diharapkan bisa membantu," ungkapnya.

Yohanan mengatakan, dirinya turut bersedih dengan adanya bencana yang terjadi di Lombok. Maka dari itu, dirinya begitu semangat saat ada kegiatan penggalangan dana untuk korban gempa. 

Selain mengumpulkan kardus bekas, penggalangan dana juga dilakukan dengan mengumpulkan mainan tradisional othok-othok. Mainan ini diharapkan bisa membantu anak-anak Lombok yang trauma untuk mengurangi rasa traumanya. Sama dengan kardus bekas, mainan tradisional juga dititipkan PMI untuk dikirim ke Lombok.

Meski tidak seberapa, Yohanan berharap apa yang dilakukannya itu bisa meringankan beban para korban. Sementara itu guru, Yuwono mengatakan, kegiatan ini selain untuk membantu para korban juga untuk melatih para siswa. Terutama dalam hal rasa peduli, saling tolong menolong terhadap orang lain. "Permainan tradisional itu paling tidak bisa membuat anak-anak di sana terhibur, dan mengurangi rasa trauma," ungkapnya. 

Sementara itu, Heri Supriyanto, selaku Kasi Dompet Kemanusiaan PMI Solo, mengatakan, bahwa bantuan tidak harus menggunakan uang. Melainkan bisa berupa barang seperti yang dilakukan oleh para siswa. Selanjutnya barang tersebut akan diuangkan dan dibelikan barang sesuai dengan kebutuhan para korban.

"Nanti uang yang didapat dari hasil penjualan akan dibelikan barang sesuai dengan kebutuhan korban gempa," ucapnya.

(apl/JPC)

Alur Cerita Berita

Mewujudkan Mitigasi lewat Tata Ruang 08/08/2018, 14:02 WIB
Gempa, Konstruksi, dan Edukasi 08/08/2018, 14:02 WIB
Unhas Kirim Tim Medis ke Lombok 08/08/2018, 14:02 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up