JawaPos Radar

Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Penetral Gas Beracun

08/06/2018, 16:25 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Mahasiswa ITS
Dari kiri ke kanan, Ulva Tri Ita Martia, Rahadian Abdul Rahman, dan Alvin Rahmad Widiyanto yang berhasil menciptakan Katalik Konverter. (Dok. Humas ITS for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Alvin Rahmad Widiyanto, Ulva Tri Ita Martia dan Rahadian Abdul Rahman adalah mahasiswa Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mereka berhasil menciptakan alat baru. Fungsinya untuk mengubah gas beracun hasil pembakaran bahan bakar kendaraan menjadi gas yang aman dan layak buang.

Gas beracun yang dimaksud merupakan pemicu utama terjadinya gangguan atau penyakit pernapasan. Seperti karbonmonoksida, nitrogenoksida, dan hidrokarbon. "Jika tidak ditangani lebih lanjut, maka keberadaan gas-gas tersebut akan semakin merusak. Sebab aktivitas manusia yang tak luput dari kendaraan," tutur Alvin yang bertidak sebagai ketua tim.

Guna mengatasi masalah tersebut, ketiga mahasiswa terpikir untuk menciptakan katalitik konverter. Alat itu berupa reaktor atau tabung kecil yang berisikan lempengan kawat tembaga dan senyawa kimia padatan, katalis berupa Zeolit-NaY/MnO2.

Katalitik Konverter
Alat Katalik Konverter karya tiga mahasiswa ITS yang mampu mengurangi polusi udara (Dok. Humas ITS for JawaPos.com)

Tembaga dan katalis berguna mereduksi atau mengubah gas karbonmonoksida, nitrogenoksida dan hidrokarbon menjadi gas kabondioksida, nitrogen, uap air, dan ion sulfat. Keempat senyawa hasil konverter tersebut dinilai sangat aman dan bermanfaat bagi lingkungan.

"Gas karbondioksida sebagai bahan fotosintesis bagi tumbuhan. Nitrogen untuk daya dukung kesuburan tanah, uap air dan ion sulfat sebagai produk yang aman bagi lingkungan," papar Ulva.

Reaktor katalitik bisa dipasang pada knalpot kendaraan. Lantas disusun sedemikian rupa sehingga model bodi knalpot juga terlihat bagus. Dari hasil pengujian, menunjukkan efiensi konverter yang sangat bagus. Yaitu, 92,18 persen. Artinya sebanyak 92,18 persen kadar gas beracun yang telah berhasil diubah atau direduksi menjadi gas tidak beracun.

Menurut Ulva, kelebihan katalitik konverter mampu digunakan dalam satu tahun dengan masa satu kali penggantian bahan. Selain itu, bahan katalis yang digunakan berharga ekonomis dan mudah didapatkan di pasar bahan kimia pada umumnya.

Inovasi yang dikembangkan ini akan ditunjukkan sebagai bentuk karya penelitian pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31 pada Agustus mendatang. Harapan ketiga mahasiswa itu yakni bisa mengharumkan nama ITS di kancah nasional.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up