alexametrics

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku, Pemprov Jatim Tutup Pasar Hewan

8 Mei 2022, 20:40:53 WIB

JawaPos.com–Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi terus menjadi perhatian Pemprov Jawa Timur. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kembali meninjau peternakan sapi untuk yang kedua kali pada Minggu (8/5), bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur Indyah Aryani.

Khofifah meninjau peternakan Kelompok Tani Ternak Barokah Jaya di Desa Soko, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Terdapat 52 ekor sapi di peternakan milik Haji Supar tersebut.

Beberapa ternak di antaranya menunjukkan gejala tanda klinis penyakit PMK. Yakni demam tinggi (39–41 derajat Celcius), keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa, luka-luka seperti sariawan di rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, dan kaki pincang.

Tak hanya itu, hewan ternak yang terkena PMK juga mengalami luka di kaki dan berujung pada lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, napas cepat, produksi susu turun drastis, bahkan tubuhnya menjadi kurus.

”Kemarin dan hari ini, ada 2 kali suntik. Ada proses pemulihan. Kita berharap 3 hari ini ada proses penyuntikan lagi. Mudah-mudahan membaik semua. Ini harus diproteksi dan mendapat penanganan komprehensif dan pihak pemilik akan melakukan identifikasi dari gejala-gejala yang muncul dan segera melaporkan,” jelas Khofifah.

Khofifah melaporkan temuan tersebut kepada menteri pertanian pada Jumat (6/5). Tujuannya agar hewan ternak di 4 daerah di Jawa Timur yang terkonfirmasi terjangkit PMK, segera mendapatkan perhatian khusus.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini: