JawaPos Radar

Lakukan Ujaran Kebencian, Berkas Pimred Media Online Diproses

08/05/2018, 23:14 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kasus Ujaran Kebencian
BERKAS LENGKAP: Penyidik Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polresta Palembang akhirnya menyerahkan berkas FK, 50, salah satu Pimpinan Redaksi (Pimred) media online di Sumsel ke Kejari Palembang, Selasa (8/5). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com – Penyidik Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polresta Palembang akhirnya menyerahkan berkas FK, 50, salah satu Pimpinan Redaksi (Pimred) media online di Sumsel ke Kejari Palembang, Selasa (8/5). FK ditangkap lantaran melakukan ujaran kebencian pada Jumat, 9 Maret 2018 silam.

Penyerahan tersebut dilakukan karena dianggap berkas penyelidikannya sudah lengkap. Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara mengatakan setelah pelimpahan ini proses hukumnya menjadi wewenang penyidik Kejari Palembang. 

Tersangka sendiri disangkakan melanggar Pasal 27 ayat 1 dan 3 tentang penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial. Kemudian, Juncto Pasal 45 ayat 1 UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Tersangka diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda satu miliar rupiah," katanya.

Diterangkannya, kasus FK yang menjadi atensi dari Kapolda Sumsel ini berawal dari tersangka menghadiri kegiatan pelantikan Pengurus Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Ormas Pemuda Pancasila (PP) Sumsel pada 24 Februari 2018 di Griya Agung. Kemudian, seusai acara pelantikan dilakukan sesi foto bersama dengan pengurus dan Pjs Wali kota Palembang.

Namun, tersangka melihat Najib berfoto sembari menyilangkan keempat jari tangannya ke depan dada sewaktu pengurus Pemuda Pancasila meneriakkan salam empat pilar. Namun, tersangka mempelesetkan nama salam tersebut menjadi nama kelamin milik pria yang tertulis di dinding media sosial pribadi miliknya.

"Dari bukti tersebut akhirnya tersangka di laporkan ke polisi, dan diringkus di rumahnya pada 7 Maret lalu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tutupnya.

Seperti diketahui, berdasarkan keterangan dari FK, 50, bahwa ia berprofesi sebagai pimpinan redaksi atau Pimred sebuah media online. Dari penangkapan tersangka barang bukti yang diamankan yakni laptop, beserta charger yang digunakan serta telpon genggam milik korban.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up