JawaPos Radar

Istrinya Diselingkuhi, Miswedi Habisi Nyawa Yusuf Dengan Celurit

08/05/2018, 02:50 WIB | Editor: Ilham Safutra
Pembunuhan sadis, selingkuh, Kubu Raya
Pelaku Abdullah memperagakan berusaha menusuk korban menggunakan pisau saat rekontruksi di depan Cafe Ocol Jalan Tanjung Raya 2 Desa Kapur, Kubu Raya, Senin (7/5) ()
Share this image

JawaPos.com - Ditreskrimum Polda Kalbar melakukan rekonstruksi terhadap kasus pembunuhan yang dialami Yusuf di Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), Maret 2018 lalu. Ketika itu nyawa Yusuf dihabisi oleh dua orang tersangka, Miswedi alias Miss dan Abdullah alias Kundul. Ketika aksi keji itu kedua tersangka memakai pisau dan celurit

Konstruksi yang digelar Subdit III Jatanras Direskrimum Polda Kalbar itu berjumlah 36 adegan. Semua adegan diperagakan oleh para tersangka yang menghabisi nyawa korban di depan Cafe Ocol Jalan Tanjung Raya 2, Desa Kapur, Kubu Raya.

"Semua saksi, barang bukti, tersangka kami hadirkan. Rekon di TKP supaya membuat terang perkara ini," kata Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Kalbar, AKBP Heni Agus Sunandar, sebagaimana yang dilansir Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Selasa (8/5).

Dari 36 adegan itu polisi membagi rangkaian kasus dengan tiga tahapan. Pertama, tahapan persiapan; persinggahan; dan ekseskusi pembunuhan. Dari analisis penyidik kasus pembunuhan itu sudah direncanakan. Motifnya dendam, karena korban berselingkuh dengan istri Miswedi.

Dari adegan yang ditampilkan, ternyata Kundul menusukkan senjata tajam berupa pisau ke arah perut korban. Miswedi menyabetkan celurit ke leher korban. Akibat serang seperti itu akhirnya Yusuf tersungkur dan tewas. Setelah aksi serangan itu kedua pelaku kabur menggunakan sepeda motor.

Agus mengatakan, pada kasus pembunuhan itu korban tewas akibat banyak keluar darah. Hal itu dipicu luka tusuk pada bagian perut dan leher. "Untuk tindak pidana ini kita sangkakan pasal 340 KUHP dan subsider 338 KUHP dengan ancaman 20 tahun," tutupnya.

Sementara itu, dari rekonstruksi diketahui seperti apa kronologi pembunuhan yang terjadi pada Selasa (20/3),pukul 18.30 it. Semula Miswedi bersama Kundul berangkat dari rumah yang beralamat di Dusun Beringin Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya mengendarai sepeda motor.

Dalam perjalanan itu Miswedi membekali diri dengan sebilah celurit sepanjang sekitar 55 cm dan Kundul membawa pisau berukuran 31 cm. Maksud keberangkatannya mencari Yusuf.

Di perjalanan Kundul mendapatkan telepon dari Rdw melalui aplikasi messenger yang mengatakan bahwa Yusuf sedang berada di Cafe Ocol. Mendengarkan itu kedua tersangka menuju ke lokasi sekitar pukul 22.00. Setiba di lokasi, masuk ke dalam Cafe.

Kundul menghampiri korban yang sedang duduk di meja No 6. Tiba-tiba korban berdiri dari kursi, lalu Kundul mengeluarkan pisau dari balik bajunya. Korban sempat berusaha menangkis pisau yang terus diarahkan ke tubuhnya. Dia berlari keluar Cafe Ocol, tapi Kundul terus mengejar korban yang akhirnya jatuh di samping kafe.

Saat itu Kundul langsung menusukkan pisau ke bagian perut korban. Tapi korban berusaha melepaskan tangannya. Melihat perkelahian itu, Miswedi malah mengeluarkan celurit dari balik baju. Dia langsung mengarahkan senjata tajam itu ke leher bagian belakang korban. Korban seketika terjatuh berlumuran darah di depan Miswedi.

(iil/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up