JawaPos Radar

154 Ribu Warga Sumbar Menganggur

08/05/2018, 11:20 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Pengangguran
Kepala BPS Sumbar Sukardi. (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Angka pengangguran di Sumatera Barat (Sumbar) kian mengkhawatirkan. Bahkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, jumlah masyarakat menganggur di Sumbar meningkat sebanyak 13.540 orang sejak Agustus 2017 hingga Februari 2018.

Secara menyeluruh, warga yang mengganggur di Sumbar pada tahun ini mencapai 152.240 orang. Jumlah tersebut naik dari 138.700 pengangguran sejak Agustus 2017.

Kepala BPS Sumbar Sukardi mengatakan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) didominasi lulusan Diploma I, II dan III. Jumlahnya mencapai 9,52 persen. Disusul lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 9,50 persen dan lulusan SMA sebesar 7,97 persen. Sementara lulusan pendidikan SD ke bawah, hanya di angkatl 3,34 persen. "Banyak diploma yang tidak terserap," jelas Sukardi, Selasa (8/5).

Sukardi menerangkan, penyerapan tenaga kerja paling banyak berasal dari tingkat SMP ke bawah. Sebab tingkatan pendidikan in, cenderung mau bekerja apa saja. "Kalau TPT, memilih pekerjaan. Saat survei dilakukan, bisa jadi angkatan kerja Diploma sedang mencari pekerjaan," katanya.

Kumlah TPT di perkotaan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pedesaan. Dimana jumlah penggangguran di perkotaan sebesar 6,69 persen. Sedangkan wilayah pedesaan hanya sekitar 4,56 persen.

Untuk wilayah perkotaan, TPT mengalami peningkatan sebesar 0,06 poin. Lalu di pedasaan mengalami penurunan sebesar 0,15 poin. "Selain itu peningkatan jumlah pengangguran diperkotaan juga disebabkan banyaknya masyarakat yang melakukan urbanisasi," ujar Sukardi.

Di sisi lain dari 2,74 juta orang angkatan kerja di Sumbar, 2,59 juta orang di antaranya merupakan pekerja. Bila dipilah lagi, 36,53 persen pekerja mendedikasikan dirinya di sektor pertanian.

Kemudian 17,31 persen orang bekerja di sektor perdagangan. Lalu 9,49 persen pekerja menekuni sektor industri pengolahan. Seperti industri kelapa sawit.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up