alexametrics

Modus Order Fiktif, Sopir Grab Rampas Handphone 4 Remaja

8 Maret 2019, 18:15:51 WIB

JawaPos.com – Seorang pengemudi ojek online Grab harus berurusan dengan pihak kepolisian Polres Malang Kota (Makota). Pasalnya, pengemudi tersebut baru saja merampas handphone (HP) milik sejumlah remaja yang sedang asyik nongkrong di pinggir jalan. 

Kasat Reskrim Polres Makota AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (21/2) lalu sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, korban yang terdiri dari 4 orang remaja, sedang nongkrong di sekitar kawasan Balai Kota Malang. Keempat korban yang berasal dari Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang itu berinisial ZA, 20, SH, 20, ASA, 20 dan YS, 20.

Beberapa saat kemudian, tersangka yang bernama Wahyu Aditya Rahman, 33, warga Jalan Muharto, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang mendatangi mereka. “Korban didatangi oleh pelaku dan bertanya apakah korban melakukan order (pemesanan) ojek online,” ujarnya, Jumat (8/3).

Setelah ditanya, korban mengaku tidak melakukan pemesanan. Bahkan, korban juga mengatakan bila tidak mempunyai aplikasi Grab di handphone-nya. “Korban juga sempat menunjukkan ke pelaku bahwa dia tidak memiliki aplikasi tersebut. Saat menunjukkan HP itulah, tersangka tiba-tiba membawa HP korban dan kabur,” papar Komang. 

Komang mengungkapkan, sebelum membawa kabur HP korban, tersangka sempat beradu mulut. Bahkan, pelaku juga sempat memukuli korban. 

Usai kejadian tersebut, para korban kemudian melapor ke Polres Makota. Pihak kepolisian kemudian langsung melakukan tindak lanjut dengan melakukan pengejaran. Selanjutnya pada Senin (7/3), Satreskrim Polres Makota berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa 4 unit HP di kediamannya. 

Dari keterangan pelaku, dirinya baru menjadi pengemudi Grab sejak dua minggu yang lalu. Pelaku mengaku sengaja melakukan modus order fiktif itu untuk membayar utang. “Pelaku bekerja sebagai ojol baru dua minggu. Sebelumnya dia berprofesi sebagai kuli bangunan. Rencananya ponsel tersebut hendak dijual dan hasilnya dibuat bayar utang sebesar Rp 18 juta,” jelasnya. 

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Fiska Tanjung


Close Ads
Modus Order Fiktif, Sopir Grab Rampas Handphone 4 Remaja