alexametrics

Tagih Bayaran, Pekerja Rusunawa ASN Mogok

8 Januari 2019, 17:19:11 WIB

JawaPos.com – Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Blok Office Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, tersendat. Sekitar 75 pekerjanya melakukan aksi mogok. Pasalnya, mereka belum digaji sekitar tiga minggu.

Salah satu pekerja Umar Basyori mengatakan, dirinya beserta seluruh pekerja hanya diberi harapan palsu oleh pihak sub kontraktor atau mandor. “Kami selalu dijanjikan akan diberikan gaji kerja oleh mandor. Tapi sampai sekarang belum dilakukan. Dulu kami masih bisa bersabar, tapi ini sudah berkali-kali,” kata Umar, Selasa (8/1).

Untuk itu, Umar bersama pekerja lainnya akhirnya memutuskan untuk mogok kerja. Mereka meminta pada sub kontraktor untuk membayar gaji selama tiga minggu yang belum tuntas.

Hal senada diucapkan Teguh. Dia menyayangkan pembayaran yang terus molor. Apalagi ini bukan untuk yang pertama kali. “Tapi lama kelamaan kami juga tidak bisa bersabar terus. Orang di rumah menunggu hasil kerja kami,” ujar pekerja asal Kepanjen ini.

Seluruh pekerja akan terus melakukan mogok kerja jika hak tidak dibayarkan. Tentunya hal tersebut membuat pembangunan Rusunawa ASN semakin molor dari target penyelesaian. Yakni, November 2018. Para pekerja sekaligus memprotes tidak adanya alat perlindungan dan keselamatan kerja di lokasi pembangunan dengan 54 unit rumah type 36 berlantai empat.

Sementara itu, konsultan pembangunan PT Ciria Jasa Jakarta Widi secara tegas menolak apa yang disampaikan para pekerja. Menurutnya, pembayaran upah dilakukan rutin sesuai progres fisik pembangunan. “Dalam setiap minggu ada yang cashbon sampai minggu ketiga pelunasannya. Jadi kalau tidak dibayar, ya salah,” ucapnya.

Sebab proses pembayaran dilakukan sesuai progres. Setiap minggu, sub kontraktor membayar pekerja dengan cara cashbon minggu pertama dan kedua. Sedangkan minggu ketiganya dilakukan pelunasan.

“Jadi sebenarnya untuk masalah pembayaran gaji ke pekerja seharusnya mandor yang menyampaikan. Karena kontraktor membayar sesuai progres,” jelasnya.

Selain itu, alat-alat perlindungan dan keselamatan kerja sudah tersedia semua. “Tapi di lapangan malah tidak pernah dipakai oleh pekerja,” tandasnya.

Seperti diketahui, Pemkab Malang menganggarkan Rp 16,1 miliar untuk pembangunan Rusunawa ASN. PT Hala Hati Jakarta selaku kontraktor pelaksana memakai pembayaran ke sub kontraktor dengan memakai sistem progres.

Pembayaran pekerja di Rusunawa ASN yaitu untuk kuli dengan bayaran Rp 75 ribu per hari dan tukang Rp 95 ribu. Total setiap minggu untuk pekerja harian, mandor membayar sekitar Rp 12 juta.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Dian Ayu Antika Hapsari



Close Ads
Tagih Bayaran, Pekerja Rusunawa ASN Mogok