alexametrics

Murid SD Long Kali Seberangi Sungai Rawan Buaya

Puluhan Tahun Usulan Tak Direstui
8 Januari 2019, 18:37:08 WIB

JawaPos.com – Kisah pilu dunia pendidikan memang hal yang tak asing untuk daerah sekelas kabupaten. Luasnya wilayah membuat pembangunan infrastruktur terkadang tidak merata. Hal ini dirasakan siswa-siswi SD 018 Dusun Seburung, Desa Sebakung, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala SD 018, Ngatemi saat dihubungi Kaltim Post (Jawa Pos Grup) mengungkapkan, sudah puluhan tahun muridnya melintasi sungai yang rawan buaya untuk pergi ke sekolah karena tidak ada jembatan. Tahun ini, ada 17 siswa yang harus menempuh jalur sungai untuk sampai di sekolah.

Sebelumnya harus melintasi jalan darat sekitar 3 kilometer. “Bervariasi tiap anak jarak rumahnya, yang jelas sekitar 3 kilometer yang paling jauh. Bahkan mirisnya, perahu yang ditumpangi sudah mulai bocor dan rawan,” ujar Ngatemi, Senin (7/1).

Murid SD Long Kali Seberangi Sungai Rawan Buaya
Belasan murid SD 018 Dusun Seburung, Desa Sebakung, Kecamatan Long Kali, harus menempuh medan darat dan air untuk ke sekolah. (Istimewa for Kaltim Post/JPG)

Dia pun mengaku kecewa karena berkali-kali mengusulkan proposal untuk pemerintah melalui desa, terkait perahu baru termasuk jembatan, belum juga direstui. Meski jumlah siswa keseluruhan di sekolahnya hanya 17 orang, dari kelas 1 sampai 6. Sementara untuk guru pun ada 8 orang.

“Maklum namanya sekolah di hutan, jadi tidak terlalu banyak siswanya. Bahkan hanya ada tiga ruangan yang digabung dengan ruang guru dan ruang belajar. Saya sendiri sudah 22 tahun mengajar di sini. Jarak dari ibu kota kecamatan ke sini sekitar 15 kilometer,” terangnya.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Paser Bachtiar Effendi mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait kebutuhan jembatan di dusun tersebut belum lama ini. Namun, perlu waktu untuk penganggarannya karena secara bertahap harus didesain lebih dulu, apakah dibangun jembatan gantung atau rangka baja.

“Belum dianggarkan untuk tahun ini. Semoga bisa dimasukkan di APBD Perubahan 2019,” sebutnya.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : jpg

Murid SD Long Kali Seberangi Sungai Rawan Buaya