alexametrics

Waspada, 25 Kelurahan di Solo Rawan Banjir

7 Desember 2018, 13:22:11 WIB

JawaPos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo melakukan pemetaan kawasan rawan banjir di lima kecamatan yang ada. Dari hasil pemetaan, setidaknya ada 25 kelurahan yang masuk dalam daerah rawan banjir.

Sebagai antisipasi datangnya bencana banjir secara tiba-tiba, BPBD pun memasang pendeteksi banjir yakni Early Warning System (EWS). “EWS kami pasang di empat titik, diantaranya sungai yakni kali Pepe, kali Jenes dan kali Brojo,” terang Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Solo, Eko Prahjudi kepada JawaPos.com, Jumat (7/12).

Sementara itu, mengenai pendataan kawasan yang masuk sebagai daerah rawan banjir dilakukan sesuai dengan kejadian-kejadian sebelumnya. Dimana, kelurahan tersebut rutin diterjang banjir. “Kami mempunyai data setiap kejadian sebelumnya, jadi kawasan-kawasan itu memang sudah sesuai dan masuk rawan banjir,” ucapnya.

Kelurahan yang masuk rawan banjir diantaranya, di Kecamatan Banjarsari ada kelurahan Sumber, Banyuanyar, Gilingan, Nusukan dan Kadipiro. Kecamatan Jebres ada kelurahan Mojosongo, Jebres, Gandekan, Pucangsawit, Sewu dan Kelurahan Sudiroprajan. 

Di Kecamatan Pasar Kliwon, kelurahan yang masuk rawan banjir yakni Kelurahan Semanggi, Sangkrah, Kedung Lumbu, Joso Suro, Pasar Kliwon dan Kampung Baru. Kecamatan Serengan ada di Kelurahan Tipes, Joyontakan dan Serengan. Sedangkan di Kecamatan Laweyan ada di Kelurahan Laweyan, Bumi, Jajar, Karangasem dan Pajang. “Kami mengimbau kepada masyarakat yang berada di kawasan tersebut untuk mewaspadai datangnya banjir,” ungkapnya. 

Dari daerah tersebut, Eko menambahkan, ancaman banjir yang terjadi berbeda-beda. Untuk wilayah Kecamatan Banjarsari yang perlu diwaspadai adalah adanya limpahan dari Boyolali, Kecamatan Jebres, Pasar Kliwon, Kecamatan Laweyan dan Serengan dari limpahan Bengawan Solo.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (apl/JPC)

Waspada, 25 Kelurahan di Solo Rawan Banjir