alexametrics

Pemprov Sumbar Kekurangan Insinyur

7 Desember 2018, 08:57:37 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) sangat kekurangan tenaga insinyur. Bahkan hanya ada 50 orang insinyur yang tersebar di dua organisasi perangkat daerah (OPD). Yakni di Dinas Pekerjaan Umum dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA).

“Menutupi kekurangan ini, kami berharap pemerintah pusat menambah jumlah kuota tenaga insinyur untuk Sumbar,” kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) XXI di Padang, Kamis (6/12).

Saat ini, kebutuhan mendesak dari tenaga insinyur di Sumbar adalah untuk rekayasa teknik bernilai guna tinggi dalam kebencanan dan pariwisata. Sebab Sumbar merupakan daerah rawan bencana. Tapi di sisi lain juga memiliki potensi pariwisata tinggi. “Kami sangat butuh hasil karya insinyur. Apakah itu solusi dari gempa berupa bangunan atau bangunan bagus untuk pariwisata,” sebut Nasrul.

Nasrul juga menyampaikan apresiasinya atas keinginan para insinyur di seluruh tanah air yang telah memilih Sumbar sebagai tempat pelaksanaan Kongres PII. “Semoga memberikan kebaikan kepada kami,” ucap Nasrul.

Sebelumnya, JK mengatakan bahwa Indonesia memiliki banyak insinyur pintar yang bekerja di luar negeri. Namun untuk membangun bandara di negara sendiri, masih menggunakan tenaga insinyur luar negeri.

“Pembangunan bandara sejak zaman Seokarno, kami masih pakai tenaga asing. Kami harus bangkit. Jangan sedikit-dikit mengunakan tenaga insinyur asing,” tandas JK.

JK mengaku prihatin atas banyaknya tenaga insinyur dan tenaga ahli Indonesia yang memilih bekerja di lua negeri. “Kami menyadari, soal pendapatan dan gaji insiyur di Indonesia masih relatif murah. Sedangkan di luar negeri pendapatan dan gaji lebih besar. Tentu ini perlu menjadi perhatian,” tutur JK.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (rcc/JPC)

Pemprov Sumbar Kekurangan Insinyur