alexametrics

Dinilai Lamban Tangani Kasus Pelecehan Seksual, Rektor UGM Minta Maaf

7 Desember 2018, 16:54:34 WIB

JawaPos.com – Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Panut Mulyono meminta maaf secara terbuka kepada publik terkait lambannya penanganan kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa salah satu mahasiswanya. Sikap tersebut disampaikan Panut sewaktu menggelar konferensi pers di UGM, Jumat (7/12).

UGM mengakui telah terjadi kelambanan atas pengusutan kasus ini, dan meminta maaf atas kelambanan yang terjadi,” ujarnya kepada wartawan.

Akibat lambatnya penanganan kasus tersebut, sambungnya telah berdampak serius tidak hanya secara psikologis dan finansial. Melainkan juga berimbas pada sisi akademik penyintas dan terduga pelaku.

Selain itu juga adanya budaya menyalahkan korban (blaming the victim) dan budaya ini berdampak pada lambatnya pemenuhan hak-hak korban. Dalam pengusutan kasus ini, pihaknya juga telah melakukan berbagai langkah.

Seperti dengan membentuk tim investigasi independen. Kemudian juga yang terbaru adalah tim komite etik yang saat ini sedang berproses untuk membuat suatu rekomendasi.

Rekomendasi itu nantinya akan diberikan kepada pihak universitas untuk menentukan langkah apa yang akan ditempuh ke depannya. “Saat ini sedang bekerja untuk membuat rekomendasi kepada universitas,” ucapnya.

Selain itu pula, pihak universitas juga membentuk tim penyusun kebijakan pencegahan dan penanggulangan pelecehan seksual. Upaya ini untuk mencegah kembali terjadinya hal serupa. “UGM memahami kejadian ini secara mendalam dan belajar dari kesalahan,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurna mengatakan, lambatnya penanganan kasus ini tidak karena kesengajaan. Namun atas dasar azas kehati-hatian. “UGM mengakuinya dan akan melakukan perbaikan,” ucapnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (dho/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Dinilai Lamban Tangani Kasus Pelecehan Seksual, Rektor UGM Minta Maaf