alexametrics

Sebelum Berangkat, Korban Lion Air Ubaidillah Sempat Pamit Ibu

7 November 2018, 19:22:02 WIB

JawaPos.comKepergian Ubaidillah Salabi yang menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 begitu mengagetkan. Bahkan banyak yang masih tidak percaya, jika sosok yang dikenal pendiam itu akan pergi begitu cepat.

Tidak hanya keluarga saja yang begitu kehilangan. Para kerabat, tetangga bahkan seorang Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang turut hadir saat pemakaman mengaku sangat kehilangan. 

Rabu (7/11) ratusan pelayat sudah memenuhi jalan di sekitar rumah almarhum yakni di Dusun Karangmojo RT 04 RW 01, Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng). Mereka bahkan sudah hadir beberapa jam sebelum jenazah diterbangkan melalui Bandara Adi Soemarmo. Ada juga yang sudah hadir sejak pagi. 

Korban Pesawat Lion Air
Tidak hanya keluarga saja yang begitu kehilangan. Para kerabat, tetangga bahkan seorang Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang turut hadir saat pemakaman mengaku sangat kehilangan. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Diantara para pelayat, sejumlah karangan bunga ucapan duka berjajar. Ada dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bupati Karanganyar dan juga dari beberapa pihak lainnya. Pukul 15.13 WIB rombongan ambulans yang membawa jenazah korban pun tiba di rumah duka. 
Beberapa pelayat pun sempat meneteskan air mata saat melihat peti jenazah. Sesekali mereka mengusap air matanya. Ada juga yang terlihat hanya berkaca-kaca.

Sebelum dimakamkan, sejumlah prosesi pun dilakukan. Termasuk melakukan salat jenazah. Antusiasme warga untuk ikut melaksanakan salat jenazah cukup tinggi. Mereka bahkan rela mengantre untuk bisa menyalatkan korban yang menjabat sebagai Kasubdit Inventarisasi IPSDH di KLHK tersebut. 

Setelah beberapa lama, prosesi salat jenazah pun usai. Para pelayat mengangkat peti berwarna coklat untuk dimasukkan ke dalam mobil ambulans. Pelayat bagian depan membawa foto almarhum berukuran 10 R. Sejumlah pelayat pun mengantarkan korban ke peristirahatan terakhir. 

Salah satu kerabat korban, Fajri, 63, menceritakan, sebelum korban berangka ke Pangkal pinang, Ubaidillah sempat pulang ke rumah orang tuanya di karangmojo. Dia berpamitan kepada sang ibu, Siti Maryatun. Tetapi, tidak ada yang mengira jika kesempatan tersebut merupakan kesempatan terakhir. 

“Sebelum berangkat, almarhum ini datang ke rumah dan berpamitan,” terang Fajri. Fajri pun ingat benar bagaimana seorang Ubaidillah. Bahkan dirinya pun tidak mampu untuk menceritakan lebih jauh mengenai sosok Ubaidillah. Dirinya takut tidak bisa membendung rasa sedih dan bisa menangis. “Maaf saya tidak bisa cerita lebih jauh, saya bisa menangis,” kata Fajri. 

Di tempatnya bekerja sebagai seorang abdi negara di KLHK, pria dengan empat putra ini juga dikenal sosok yang memiliki kepribadian sangat baik. Pendiam dan sangat bertanggungjawab. Maka tidak heran jika banyak yang merasa kehilangan dengan meninggalnya almarhum.

“Kami menyampaikan penghargaan yang sangat tinggi kepada almarhum. Dan kami minta maaf, sebagai teman-teman menyusahkan. Kerja sampai malam, dan bekerja di luar kelaziman,” ungkapnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (apl/JPC)

Copy Editor :

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Sebelum Berangkat, Korban Lion Air Ubaidillah Sempat Pamit Ibu