alexametrics

Kecelakaan Maut di Tol Sumo, Pongky dan 4 Penumpang Tewas di Tempat

7 November 2018, 09:35:11 WIB

JawaPos.com – Bekas seretan ban itu memanjang sekitar 3,7 meter. Alurnya lurus agak serong ke arah tenggara. Di sebelah kanan dan kiri, ada goresan lain yang warnanya hitam pekat dengan alur tak beraturan menuju arah timur.

Tepat di ujung timur bekas seretan ban itu, petugas menandainya dengan cat semprot Pylox putih. “Ini tandanya mobil sudah hampir berhenti setelah menabrak,” kata Kasi Laka Subdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Jatim Kompol Dadang Kurnia.

Di lokasi itulah, Km 720.800 tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), Desa Sumberame, Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, kecelakaan maut terjadi kemarin pukul 04.30. Toyota Kijang Innova bernomor polisi L 1594 IH yang dikendarai Pongky Dewanto, 61, menabrak bagian belakang truk yang dikemudikan M. Tohir, 49. Kedua kendaraan melaju dari arah yang sama, dari Mojokerto ke Surabaya.

Benturan yang keras memicu kerusakan parah pada bodi Innova. Bagian depan hancur. Akibatnya, lima orang tewas seketika, termasuk Pongky yang merupakan warga Jalan Songgolangit, Kota Malang. Empat lainnya adalah Sugeng Purwadi, 48, warga Campurejo Sambit, Ponorogo; Nurhasan Basri, 29, warga Desa Balong Gerih, Ngawi; Marikan, 55, beralamat di Kuwik Kunjang, Kediri; dan Soeminto, 48, warga Desa Suko, Sukodono, Sidoarjo.

Sugeng diangkut ke RS Petrokimia, Driyorejo. Termasuk korban kritis Agung Heri Susanto yang kemudian dirujuk ke RSUD Sidoarjo. Sedangkan empat korban tewas lainnya dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Mojokerto. Yaitu, Pongky Dewanto, Nurhasan Basri, Marikan, dan Soeminto.

Selang beberapa jam, sekitar pukul 09.30, kecelakaan lain menimpa Isuzu Elf yang mengangkut 13 penumpang. Mobil itu terguling di Km 726.400, Desa Wates Tanjung, Wringinanom, Gresik.

Sementara itu, M. Tohir, sopir truk yang ditabrak Innova, tak mengalami luka fisik. Dia hanya merasa kaget dan shock. Sebab, hantaman Innova dari bagian belakang truknya begitu keras.

Sopir asal Jalan Raya Janti, Waru, Sidoarjo, itu pun langsung berhenti dan melihat ke belakang. Alangkah kagetnya, ternyata Innova sudah hancur dengan posisi kepala menempel ke pagar pembatas tol. Di bahu jalan juga berjejer bercak cairan yang diduga darah para korban. “Ada dugaan mobil melebihi batas kecepatan (di atas 100 kilometer per jam, Red),” jelas Kanitlaka Satlantas Polres Gresik Ipda Yossy Eka Prasetya.

Dugaan lain, sopir mengemudi dalam kondisi mengantuk. Karena itulah, dia tidak tahu ada truk melaju di depannya. Dari olah TKP Ditlantas Polda Jatim kemarin, ada tanda bahwa sopir berupaya menghindari truk dengan mengerem. Namun, jarak yang sudah mepet membuat benturan keras tak bisa dihindari. “Yang pasti, kecelakaan ini lebih banyak karena faktor manusia,” ucap Kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto.

Sementara itu, Kasat PJR Polda Jatim AKBP Bambang Sukmo Wibowo mengungkapkan, dirinya sempat melihat beberapa tuas di dalam mobil nahas tersebut.

Yang jadi perhatiannya adalah tuas rem Toyota Innova hitam itu dalam kondisi tidak ditekan sama sekali. Artinya, si sopir, Pongky Dewanto, yang juga tewas dalam kecelakaan itu, tak sempat mengerem. Jika penyebabnya ditarik lebih jauh, sangat mungkin Pongky tak tahu ada truk di depannya. “Jalan tol waktu itu sedang sepi. Bisa jadi dia mengantuk berat,” ungkapnya. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (mar/mir/c17/ttg)

Copy Editor :

Kecelakaan Maut di Tol Sumo, Pongky dan 4 Penumpang Tewas di Tempat