alexametrics

Ditarget Operasi Maret 2019, MRT Jakarta Undang 200 Warga Naik Gratis

7 November 2018, 14:14:54 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo mendorong kota-kota di Indonesia untuk mulai mempersiapkan moda transportasi masal. Sebagai pemantik, orang nomor satu di Indonesia itu menegaskan bahwa pemerintah pusat siap untuk menyokong pendanaannya.

“Nanti bareng-bareng antara pusat dan APBD provinsi atau kota,” ujarnya di Stasiun Depo MRT (Mass Rapid Transit alias Moda Raya Terpadu) Lebak Bulus, Jakarta, kemarin (6/11).

Di Jakarta, skemanya pun demikian. Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI bahu-membahu dalam proyek MRT tersebut. Dari Rp 15,1 triliun kebutuhan, pemerintah pusat menanggung 49 persen dan Pemprov DKI 51 persen.

Ditarget Operasi Maret 2019, MRT Jakarta Undang 200 Warga Naik Gratis
Kereta MRT saat melaju di jalur layang dekat Blok M Plaza, Jakarta (Issak Ramdhani/JawaPos.com)

Jokowi mengatakan, pemerintah kota harus berani mengambil keputusan terkait pengadaan transportasi masal. Pasalnya, cepat atau lambat, moda seperti MRT atau LRT akan jadi pilihan alternatif masa depan. “Untuk menghindari kemacetan di kota mana pun,” imbuhnya.

Saat ini, lanjut dia, ada sejumlah kota yang mulai mewacanakan. Di antaranya, Bandung, Surabaya, dan Medan.

Sementara itu, proyek MRT Jakarta fase I Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia diperkirakan bisa beroperasi Maret tahun depan. Saat ini, proyek yang dibangun sejak 2013 itu sudah memasuki tahap akhir. “Proyek ini telah selesai 97 persen. Kurang hanya 3 persen,” ujarnya.

Jokowi kemarin menyempatkan diri untuk menjajal moda transportasi masa depan itu. Dia memulainya dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia hingga Lebak Bulus. Jarak sekitar 16 kilometer itu dilalui dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Selama perjalanan, Jokowi menyebut tidak ada persoalan yang dialami. Rangkaian yang berjalan dengan kecepatan 60 km/jam itu disebutnya berjalan mulus. “Suaranya dapat dikatakan tidak ada bisingnya,” imbuhnya.

Jokowi berharap keberadaan MRT bisa mengalihkan transportasi pribadi ke umum sehingga bisa mengurai kemacetan dan meningkatkan efisiensi masyarakat dalam bertransportasi. “Tadi di kereta sudah dibicarakan juga mengenai kira-kira tarif berapa. Kurang lebih Rp 8 ribu sampai Rp 9 ribu,” tuturnya.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan mengundang warga untuk merasakan kereta MRT fase pertama. Meski begitu, PT MRT harus menyeleksi terlebih dahulu. “Jadi, belum dibuka secara umum, tapi by invitation,” ujarnya di tempat yang sama.

Menurut Anies, undangan kepada warga tersebut sekaligus untuk melakukan simulasi kereta MRT dengan penumpang. Selama ini, perusahaan baru menguji coba infrastruktur dan kereta MRT. Namun, uji coba belum sampai mengangkut penumpang yang masif.

“Saat ini semua petugas bekerja tanpa ada penumpang semata-mata untuk aspek infrastruktur. Januari-Februari nanti harapannya sudah siap untuk dibuka untuk semua,” katanya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, penumpang yang akan diajak untuk uji coba nanti berjumlah 200 orang untuk sekali jalan. “Mekanisme seleksinya nanti diumumkan,” ucapnya.

William menjelaskan, saat ini perkembangan konstruksi MRT Jakarta fase pertama Lebak Bulus-Bundaran HI mencapai 97,08 persen. MRT ditargetkan beroperasi secara penuh pada Maret 2019.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (far/dee/c17/ttg)



Close Ads
Ditarget Operasi Maret 2019, MRT Jakarta Undang 200 Warga Naik Gratis