alexametrics

Dekan Teknik UGM: Tak Ada Pembiaran Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

7 November 2018, 12:11:56 WIB

JawaPos.com- Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta menegaskan tak ada pembiaran atas kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswanya. Hasil dari tim investigasi dirasa sudah melalui pertimbangan. Terutama mengenai pendidikan terduga pelaku dan korban.

Dekan Fakultas Teknik UGM  Nizam mengatakan, tim investigasi independen dari pihak kampus sudah dibentuk untuk menyelidiki kasus yang terjadi pada 2017 lalu. Tim itu melibatkan perwakilan dari fakultasnya, dan beberapa pihak lain.

“Tim independen dari Fakultas Teknik, Fisipol (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik) maupun dari psikologi. Sudah keluar rekomendasi dan diimplementasikan. Sama sekali tidak ada pembiaran,” katanya dihubungi JawaPos.com melalui sambungan telepon, Rabu pagi (7/11).

Ia mengaku, tidak terlalu mengetahui secara spesifik mengenai kasus itu. Hanya mahasiswanya, yang berinisial HS sebagi terduga pelaku sudah mendapatkan sanksi.

“Intinya sanksi pembatalan KKN dan mengulang KKN. Kan dilihat dari tingkat kesalahannya, saya juga tidak tahu tingkat kesalahannya. Masing-masing ada level hukumnya,” tambahnya.

Sanksi yang diberikan itu, pasti mempertimbangkan aspek masa depan. Terutama masalah pendidikan. “Selain untuk keadilan, kan mempertimbangkan masa depan mereka,” lanjut Nizam.

Ia juga menyebut, mengenai tindakan pihak kampus yang akan menempuh jalur hukum atas kasus ini merupakan langkah terakhir. Supaya seluruh pihak bisa merasa mendapatkan keadilan. “Itu (jalur hukum, Red) saya rasa pilihan terakhir ya, kalau ada pihak yang merasa itu belum adil,” ungkapnya.

HS terduga pelaku saat ini juga belum diwisuda. Meski secara akademik seharusnya ia sudah lulus pada Agustus lalu. “Karena kasus ini kami pending dulu. Kami tunda sampai ada keputusan,” ucapnya.

Selama menjadi mahasiswanya, HS diketahui berperilaku baik. Prestasinya di kampus juga tergolong cukup bagus. “Rekam jejaknya cukup bagus, tapi tidak tahu kalau di luar kampus,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, HS diduga melakukan tindak pelecehan seksual terhadap rekannya saat KKN di Seram, Provinsi Maluku pada 2017 silam. Kasus itu kembali mencuat beberapa waktu belakangan, terutama usai munculnya tulisan dari majalah kampus.

Korban sendiri saat ini masih mendapatkan pendampingan psikologi. Dalam waktu dekat selain menempuh jalur hukum agar ada rasa keadilan, pihak kampus juga akan menemui yang bersangkutan.

Editor : Dida Tenola

Reporter : (dho/JPC)

Copy Editor :

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Dekan Teknik UGM: Tak Ada Pembiaran Kasus Dugaan Pelecehan Seksual