JawaPos Radar

Untungkan Taksi, Hotman Paris Minta Anies Ubah Kebijakan Ganjil Genap

07/09/2018, 13:20 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Untungkan Taksi, Hotman Paris Minta Anies Ubah Kebijakan Ganjil Genap
Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea (Reyn Gloria/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Perpanjangan waktu kebijakan ganjil-genap untuk mendukung pelaksanaan Asian Para Games yang telah disetujui Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali menuai kontroversi. Kali ini keluhan datang dari pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea yang memang biasa berkomentar di akun Instagram pribadinya.

Menurut Hotman, aturan yang memang dijalankan selama Asian Games 2018 tersebut tidak adil dan hanya menguntungkan pihak tertentu saja. Seperti yang disampaikan lewat akun pribadinya @HotmanParisOfficial pada Kamis (6/9).

Dalam video berdurasi sekitar 1 menit tersebut, Hotman menegaskan Anies untuk merombak ulang penerapan sistem Ganjil-genap yang berlaku Senin-Jumat sejak pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB. Pasalnya, dirinya melihat ada pihak yang diuntungkan yaitu taksi berplat kuning.

Tidak etis menurutnya, jika taksi konvensional itu dapat melenggang bebas lantaran berplat kuning. Hotman melihat rasa-rasanya ini tidak adil karena penggunaan taksi sama seperti mobil pribadi.

"Halo bapak gubernur DKI, berbagai koran dunia telah memuat objektivitas pendapat hukum Hotman Paris. Salah satu supresi hukum adalah no discrimination, peraturan Ganjil-genap sangat tidak fair karena hanya menguntungkan taksi plat kuning," kata Hotman dalam video unggahannya.

"Harusnya, (sistem ganjil genap) berlaku juga terhadap taksi plat kuning, yaitu hanya taksi plat kuning yang ganjil yang boleh jalan pada saat tanggal ganjil," tambahnya.

Dalam videonya, Hotman menunjuk kamera dan meminta mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut untuk segera menangani hal yang tidak beres. Agar ke depan, jika ingin dilanjutkan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

"Tujuannya kan untuk mencegah kemacetan, jangan ibu-ibu lain harus jalan kaki ratusan meter hanya untuk mencari taksi, sementara taksi-taksi konglomerat diuntungkan. Tidak fair, terapkan peraturan ganjil genap sama rata untuk semua kalangan, sama semua mobil," jelasnya.

"Itu baru namanya teman saya kalau begitu. Hai Bapak Gubernur DKI. Salam Hotman Paris," pungkasnya dengan senyuman.

Seperti diketahui sebelumnya, Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 92 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan sistem Ganjil Genap menjelang dan Selama Penyelenggaraan Asian Para Games 2018 diperpanjang mulai dari 3 September 2018 hingga 31 Oktober 2018 mendatang.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up