Tidak Perlu Perda, Poligami Sudah Biasa di Pamekasan

07/09/2018, 17:06 WIB | Editor: Dida Tenola
Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail (Istimewa)
Share this

JawaPos.com- Wacana legalisasi poligami melalui sebuah peraturan daerah (Perda) di Kabupaten Pamekasan, Madura, dianggap tidak terlalu penting. Sebab, tanpa Perda sekalipun, poligami di kota Gerbang Salam itu sudah menjadi hal yang biasa.

Menurut Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail, tradisi beristri dua hingga empat sudah menjadi hal yang wajar di Pamekasan. Dia lantas mencontohkan para kiai dan ulama di Pamekasan yang rata-rata memiliki istri lebih dari satu. "Poligami ini kan sudah dilaksanakan oleh para ulama dan para kiai sebagian," kata Ismail ketika dikonfirmasi JawaPos.com, Jumat (7/9).

Tidak hanya di Pamekasan, kata Ismail, poligami itu sudah sudah menjadi 'tradisi' di semua Kabupaten di Madura, baik di Sumenep, Pamekasan, Sampang, maupun Bangkalan. Sehingga poligami itu bukan suatu hal yang baru bagi warga Madura.

"(Poligami) tidak perlu Perda, biasa itu, di Madura, dua, tiga, empat (istri) biasa. Bahkan rata-rata kiai itu empat (istri)," terang politikus dari Partai Demokrat itu.

Daripada disibukan dengan urusan Perda Poligami yang tidak begitu penting, Ismail mengimbau agar para anggota DPRD Pamekasan lebih fokus pada kesejahteraan masyarakat. Hal itu dinilai lebih tepat dan bermanfaat.

"Lebih baik bicara terkait kesejahteraan rakyat dan lain sebagainya," pungkasnya.

(ce1/mkd/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi