Tanpa Sokongan Dana Pemerintah, Ketum Gerakan OK OCE: Saya Ngos-ngosan

07/09/2018, 11:05 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Salah satu OK OCE Mart di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gerakan OK OCE baru berjalan sekitar 10 bulan, yang memang diakui oleh Ketua Pergerakan OK OCE (PGO) Faransyah Jaya tidak mudah untuk tetap bertahan. Sejak berdiri Juli 2017, Faran diajak untuk membawa program OK OCE menjadi program Pemerintah. Ditunjuknya Faran menjadi ketua umum pun diakuinya menjadi beban yang cukup berat.

"Terus terang saya pikir kalau jadi Ketua OK OCE sama dengan Ketua Hipmi dan Kadin lainnya, datang seremonial diskusi. Ternyata nggak. Diskusi saya yang bikin, materi saya yang bikin, server saya yang bayar, OB saya yang gaji," kata Faran, Jumat (7/9).

"Saya pikir sulit, kalau nunggu anggaran, ya dicoret ini itu, ya lama. Jadi, 2 tahun ini memang kocek pribadi dan terus terang mulai ngos-ngosan," tambahnya.

Infografis OK OCE (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Namun, Faran ingat kembali tujuan didirikannya gerakan ini yaitu untuk menyejahterakan rakyat lewat bisnis. Sehingga founder OK OCE, Sandiaga Uno menyarankan agar Faran mengubah konsep menjadi social enterprise.

"Saya bilang bang kalau 5 tahun lagi, gimana cara bertahannya. Akhirnya, Sandi kasih arahan kenapa nggak di-convert jadi social enterprise saya belajar akhirnya. Gimana ada fungsi bisnis tapi juga ada profit yang buat menghidupi sosialnya," terangnya.

Ke depan, PGO sedang mengembangkan ke lingkup nasional dengan nama OK OCE Goes to Nasional, dengan menargetkan lima juta wiraswasta baru dalam jangka waktu lima tahun yang menyasar pelaku UMKM Indonesia. Bahkan, dalam jangka dekat Faran akan me-launching OK OCE Go Global.

(ce1/rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi