OK OCE Mart Kalibata Bangkrut Karena Pedagangnya Asal Buka

07/09/2018, 08:45 WIB | Editor: Erna Martiyanti
OK OCE Mart di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat yang masih beroperasi. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penutupan OK OCE Mart di Jalan Warung Jati Barat, Kalibata, Jakarta Selatan sempat menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Banyak yang bertanya, mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Ketua Pergerakan OK OCE (PGO) Faransyah Jaya mengatakan selain uang sewa yang tidak terbayarkan, dia pun melihat ada kesalahan yang sejak awal dilakukan. Jadi berakibat tidak bisa berkembang dan bangkrut.

"Jadi salah satu kelemahan di Kalibata, mereka tidak melakukan feasibility study, ramai nggak sih traffic-nya jadi ya asal buka saja," tutur Faran di Mal Pelayanan Publik, Jakarta Selatan, Kamis (6/9).

Infografis OK OCE (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Menurutnya OK OCE Mart dimiliki secara individu, jadi sangat diperlukan uji lapangan layaknya seperti milik seorang wirausahawan OK OCE, Ali di Pancoran. Faran melihat Ali pandai membaca pasar.

"Kayak OK OCE Pak Ali di Pancoran, dia bilang coach saya dikelilingi tempat pengajian dilalui banyak orang demand-nya tinggi ya sudah ok, makanya Pasar Jaya buka jalan," terangnya.

Walaupun dilanda kegagalan, Faran mengaku dalam usaha bisnis itu biasa. Namun, fokusnya sekarang adalah mengembangkan dan membangkitkan yang masih berjalan sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Dia merinci kini telah memiliki Gerai Tani OK OCE di dua lokasi. Rencananya akan ditambah 9 lokasi lagi. Setiap kota rencananya masing-masing buka 1 gerai.

"Perlu ditekankan ini bukan bisnis retail, OK OCE Mart, gerai OK OCE ini akses pasar untuk anggotanya. Ya untung untuk pribadi, tapi jika ada yang ingin menitip barang usahanya silahkan, artinya membantu usaha anggota yang lain," jelas Faran.

Saat ini, DKI Jakarta memiliki 5 toko OK OCE Mart (satu bangkrut), 5 toko OK OCE Warung Modern, 4 Gerai OK OCE yang salah satunya terletak di Balai Kota DKI Jakarta. Bahkan, belum lama beroperasi Faran mendapat kabar Gerai di Balai Kota omsetnya perhari telah mencapai Rp 5 juta.

"Mereka bisa bersaing paling bagus kolaborasi sama gerai, dengan syarat ngambil barang dari PD Pasar Jaya. Mereka benar-benar mesti survey targetnya harus seperti apa, dengan itu pasti bisa bertahan," pungkasnya.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi