Memalukan, Oknum Sipir Rutan Kelas I Makassar Jadi Kurir Sabu-sabu

07/09/2018, 19:28 WIB | Editor: Dida Tenola
Oknum sipir Rutan kelas I Makassa, MM, saat berada di Mapolres Gowa (Syahrul Ramadan/ JawaPos,com)
Share this

JawaPos.com - Satresnarkoba Polres Gowa menangkap seorang oknum sipir yang bertugas di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Makassar. Oknum sipir tersebut berinisial MM, 49.

MM terlibat peredaran sabu-sabu dari dalam rutan. Dia menceritakan modus transaksi narkoba yang dikendalikan di balik dinding sel besi.

Di hadapan petugas kepolisian, MM mengaku mendapatkan barang haram itu dari seorang narapidana berinisial BT. BT sudah divonis bersalah karena terbukti terlibat dalam peredaran gelap narkotika.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga (tengah) menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang diamankan dari tangan oknum sipir Rutan Kelas I Makassar (Syahrul Ramadan/ JawaPos.com)

"Barang ini saya dapat dari napi. Prosesnya saya ambil langsung dari halaman kamar, halaman blok tahanannya. Karena saya yang biasanya bertugas cek tahanan," beber MM, Jumat (7/9).

Oleh BT, MM biasanya ditugaskan untuk mengantar paketan sabu-sabu kepada seseorang yang berada di luar rutan. Meski tidak menyebutkan nominal imbalan yang diterima, namun dalam setiap proses transaksi MM selalu mendapatkan jatah uang plus sabu-sabu siap pakai.

Parahnya, imbalan sabu-sabu itu dikonsumsi sendiri oleh MM di area rutan pada waktu-waktu tertentu. "Saya biasa pakai di dalam pos jaga," ucapnya.

Proses masuknya sabu-sabu ke dalam rutan cukup mudah. Biasanya, lanjut MM, sabu-sabu masuk ke rutan pada jam besuk tahanan. "Jadi kalau ada orang datang tidak diperiksa. Karena yang jaga di tempat pemeriksaan itu warga binaan (napi, Red) juga. Apalagi, alat pendeteksi sudah lama rusak," ungkap MM.

MM mengaku telah lama ditugaskan BT sebagai kurir pengantar sabu-sabu. Polisi saat ini sedang mendalami sejauh mana keterlibatan dalam proses transaksi narkoba dari dalam Rutan Kelas I Makassar tersebut.

Dari tangan MM, polisi menemukan barang bukti 7 gram sabu-sabu siap edar. "Dalam pengembangannya pelaku ini mengaku kalau mendapatkan barang dari seorang warga binaan dari dalam Rutan Kelas I dan itu sudah berlangsung cukup lama," terang Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga.

Shinto menyebut, selain bertindak sebagai kurir dan pengedar, pelaku juga merupakan pemakai aktif barang haram itu. Pendalaman sementara, barang tersebut diduga masuk ke dalam rutan saat jadwal besuk tahanan.

"Sementara, kami akan dalami lagi seperti apa modus-modusnya. Apakah ada sindikat dari dalam atau seperti apa, nanti kami akan ungkap," tegas mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya tersebut.

Dalam waktu dekat, Polres Gowa akan segera berkoordinasi dengan pihak Rutan Kelas I Makassar. Polisi akan terus mendalami kasus ini, mengingat pelakunya melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), sehingga butuh perhatian khusus.

Saat ini, pelaku MM dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Gowa. Akibat perbuatannya, MM dijerat Pasal 114 subsider Pasal 112, UU No. 35 tentang Narkotika. MM terancam mendekan di penjara maksimal 20 tahun.

Rutan Kelas I Makassar sejauh ini belum memberikan keterangan terkait penangkapan yang melibatkan oknum sipirnya. JawaPos.com berulang kali mencoba mengonfirmasi melalui telepon, namun belum direspons.

(ce1/rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi