JawaPos Radar

Kepri Diminta Bangun Tata Ruang Publik yang Humanis dan Edukatif

07/09/2018, 15:41 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
taman tata ruang, kepri tata ruang
Ilustrasi: tata ruang kota. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah daerah seringkali dipusingkan dengan tata kelola kota dan tata ruang publik. Pasalnya, untuk mewujudkan tata kelola kota dan ruang publik yang baik bukan hal yang mudah.

Menjawab hal tersebut, calon anggota DPD dari Batam Mustofa Widjaya rupanya memiliki solusi tersendiri untuk pengelolaan tata ruang kota. Dalam paparannya pada diskusi terbatas membahas tata ruang, dia menyampaikan bahwa aspek perencanaan dan konsistensi menjalankan perencanaan menjadi hal penting menuju terwujudnya ruang publik yang humanis dan edukatif.

“Sesungguhnya setiap daerah pasti memiliki rencana umum tata ruang. Sudah jelas misalnya di mana sarana olahraga dibangun, tempat bisnis dikembangkan, tempat wisata dibentuk dan seterusnya. Hanya pada beberapa kasus sering rencana itu dilanggar, disiasati, jadilah berantakan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/9).

Calon anggota DPD Periode 2019-2024 Dapil Kepri ini menjelaskan, banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk mewujudkan tata ruang kota yang humanis atau ramah anak, lansia, dan ramah difabel. Di Kepri, menurutnya, tidak sulit membangun Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA), Taman Edukasi, Taman Seni Budaya, Taman Olahraga Difabel, dan lain-lain. "Sepanjang diprogramkan dan dipandang prioritas, seharusnya hal demikian bisa terwujud,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pembangunan daerah tidak melulu harus berupa infrastruktur atau bangunan fisik yang megah, tapi penting juga membangun sarana yang memanusiakan manusia.

Dia mencontohkan, bagaimana membangun jalan disertai membangun trotoar yang indah, ramah difabel, dan bertaman hijau. “Bagaimana misalnya membangun halte yang nyaman dan sejuk sehingga sambil menunggu angkutan umum, orang bisa membaca. Saya kira ini bisa dilakukan di Kepri, asal kita mau dan konsisten,” pungkas anggota dewan pakar ICMI pusat ini.

(fab/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up