JawaPos Radar

Kemenpar Gandeng Jurnalis di Sumut untuk Pengembangan Danau Toba 

07/09/2018, 20:30 WIB | Editor: Budi Warsito
Kemenpar Gandeng Jurnalis di Sumut untuk Pengembangan Danau Toba 
Sekretaris Menteri Pariwisata Ukus Kuswara (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Danau Toba terus berbenah untuk semakin memantapkan posisi sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Infrastruktur dan berbagai regulasi sudah dibuat untuk menarik minat wisatawan. 

Sekretaris Kementrian Pariwisata, Ukus Kuswara mengatakan, pihaknya memberikan komitmen penuh untuk destinasi Danau Toba. Terbukti, pariwisata di Danau Toba mengalami peningkatan yang signifikan. 

"Kita ingin Danau Toba terus dikembangkan dengan baik. Peran masyarakat dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk percepatan pengembangan destinasi Danau Toba," kata Ukus Kuswara usai mengukuhkan Pengurus Forum Jurnalis Pariwisata (Forlispar) Danau Toba, di Kota Medan, Kamis (6/9) malam. 

Berbagai even juga sudah digelar. Teranyar, even yanh digelar di Danau Toba yakni, Grand Fondo New York (GFNY). Even tersebut diikuti 800 pesepeda dari dalam dan luar negeri pada awal september lalu. 

Dalam kesempatan itu, Ukus menyatakan jurnalis punya peranan penting untuk kemajuan daerah Danau Toba. Terlebih menginformasikan soal perkembangannya. 

"Keindahan Danau Toba sangat luar biasa,  karenanya  perlu untuk terus di dorong agar pembangunananya lebih baik lagi. Kehadiran Forlispar ini tentunya akan memberikan transfer informasi dan masukan bahwa keindahan Indonesia itu real," ujarnya. 

Sementara itu, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT),  Arie Prasetyo berharap para jurnalis yang tergabung di Forlispar Danau Toba dapat bersinergi membantu mengangkat kepariwisataan Sumatera Utara (Sumut), khususnya kawasan Danau Toba.

"Diharapkan pemilihan angle jurnalis dalam pembuatan berita, dapat memberikan feed back atau nilai terbaik bagi perkembangan pariwisata di Sumatera Utara, khususnya Danau Toba,” ungkapnya.

Selain itu, Arie juga berharap agar Forlispar bersama dengan BOPDT, pemerintah dan masyarakat bisa bersama - sama mengembangkan pariwisata Danau Toba. Bukan hanya evennya, namun juga perekonomian seperti investasi juga infrastruktur.  

"Sehingga rakyat bangga dan kedepannya Danau Toba menjadi destinasi terbaik pilihan wisatawan," ucap Ari.

Dalam meningkatkan pariwisata kawasan Danau Toba lanjutnya, sudah cukup banyak yang dilakukan. Selain pembangunan Bandara Silangit, juga akan dibuka penerbangan internasional langsung ke Silangit melalui penerbangan berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC).

"Sebenarnya penerbangan internasional sudah dimulai oleh PT Malindo dengan penerbangan empat kali seminggu dari Bandara Subang - Kuala Lumpur - Silangit. Dan nanti Oktober akan masuk lagi Air Asia dengan rute Kuala Lumpur - Silangit," ucapnya. .

Layanan LCC ini diberlakukan karena, ada sekitar 75 hingga 80 persen wisatawan yang datang melalui jalur udara. Kemenpar pun akan terus menggenjot LCC

Selain menambah jumlah penerbangan, dilakukan juga peningkatan destinasi wisata.Atraksi di sekitar kawasan Danau Toba juga terus ditingkatkan.

BPODT juga berkomitmen untuk meningkatkan sistem informasi di Danau Toba. Sehingga, para wisatawan bisa lebih mudah menyerap informasi soal destinasi di Danau Toba. 

Forlispar dibentuk berkat konsolidasi dengan para jurnalis yang fokus dengan pariwisata. Mereka ingin Pariwisata danau Toba semakin maju. 

Forlispar berkomitmen untuk terus memberikan informasi tentang destinasi di Danau Toba. Pun begitu, Forlispar akan mengawal pembangunan yang dilakukan, dan melakukan kritik untuk mewujudkan Danau Toba sebagai destinasi internasional.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up