Kejati Sulselbar Tangkap Dua Buron Koruptor

07/09/2018, 13:17 WIB | Editor: Dida Tenola
Dua terpidana korupsi (kanan) yang diringkus tim Intelejen Kejati Sulselbar, di Bone, Jumat (7/9). (Syahrul Ramadan/ JawaPos,com)
Share this image

JawaPos.com- Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) menangkap dua orang terpidana kasus korupsi. Mereka adalah Reskianty Idris alias Deby, 40; dan Sanatang, 40.

Reskianty merupakan terpidana korupsi dalam proyek pembangunan Balai Benih dan Pembibitan pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Kabupaten Bone tahun 2007. Sedangkan Sanatang terlibat korupsi  Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kabupaten Bone tahun 2012. 

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar Salahuddin mengungkapkan, penangkapan terlebih dulu dilakukan terhadap terpidana Reskianty di Jalan Veteran, Kecamatan Tanete Riattang, Bone, Jumat (7/9), sekitar pukul 09.00 WITA. "Terpidana (Reskiantu, Red) ditangkap oleh tim Intelijen Kejati Sulselbar setelah melakukan pemantauan sekitar 3 jam di sekitar tempat tinggalnya," kata Salahuddin saat memberikan keterangan resmi kepada wartawan di Makassar, Jumat (7/9).

Penangkapan dilakukan sesuai permintaan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone. Reskianty merupakan buronan Kejari Bone selama 4 tahun. 

Permintaan Kejari Bone kemudian ditindaklanjuti Kejati Sulselbar melalui Surat Perintah (SP) nomor, Tug-/R.4/Dsp/09/2018 tanggal 6 September 2018. "Proses penangkapan berjalan lancar tanpa hambatan," jelas Salahuddin.

Reskianty lebih dulu, dinyatakan bersalah berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) No. 615/Pid.sus/2014 tanggal 26 November 2014. Dalam putusanya, terpidana divonis 13 bulan penjara atas kasus dugaan korupsi yang merugikan negara ratusan juta rupiah itu.  

Berselang satu jam setelah penangkapan Reskianty, tim Intelijen Kejati Sulselbar, langsung melakukan pengembangan, Mereka berusaha menangkap Sanatang. Namun, karena terlebih dulu mendengar informasi penangkapan terhadap dirinya, Sanatang memilih untuk menyerahkan diri lebih dulu ke Kejari Bone. "Terpidana (Sanatang, Red) menyerahkan diri kepada tim Intelijen sekitar 10.15 WITA,” tambah Salahuddin sebutnya. 

Sanatang sendiri terbukti bersalah melakukan korupsi yang merugikan negara ratusan juta rupiah sesuai putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Makassar No.30/pid.sus.tpk/2017 tanggal 3 Oktober 2017. 

Sama seperti Reskianty, Sanantang juga sempat menjadi buronan Kejari Bone. Sudah setahun Kejari Bone memburunya. "Setelah terpidana diamankan oleh Tim Intelijen kemudian langsung di serahkan ke tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bone untuk dilakukan eksekusi terhadap terpidana," pungkasnya. 

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi