JawaPos Radar

PAW Anggota DPRD Kota Malang

Kader Gerindra Diminta Tak Kembali Coreng Parlemen

07/09/2018, 17:37 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Moreno Soeprapto
Ketua DPC Gerindra Kota Malang Moreno Soeprapto di Gedung DPRD Kota Malang, Jumat (7/9). (Fisca Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - DPC Partai Gerindra Kota Malang mengajukan empat nama untuk pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPRD Kota Malang. Mereka pun mendapatkan catatan khusus sebelum dilantik menjadi anggota dewan.

"Tekankan buat calon agar jangan terulang kembali (terjerat kasus korupsi). Karena ini juga sudah mencoreng nama baik parlemen. Kepercayaan rakyat juga pasti hilang," jelas Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang Moreno Soeprapto di Gedung DPRD Kota Malang, Jumat (7/9).

Seperti diketahui, ada empat anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Malang yang terjerat kasus dugaan suap pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2015. Sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat Kota Malang, Gerindra melakukan PAW terhadap kadernya yang terjerat kasus korupsi.

Empat kader yang diusulkan adalah Dharman Susanto untuk menggantikan Een Ambarsari, Moch Andhi Mochsoni menggantikan Teguh Puji Wahyono, Andri Wiwanto menggantikan Letkol (purn) Suparno, dan Moch Ula menggantikan Salamet. Berkas keempatnya sudah diserahkan kepada Tim Satgas PAW DPRD Kota Malang.

"Kami sudah serahkan nama-nama empat orang. Itu sebagai bentuk tanggung jawab kami agar segera mungkin bisa menjalankan roda-roda pemerintahan. Karena masih banyak pembahasan ke depan untuk pembangunan Kota Malang," tutur anggota DPR RI itu.

Moreno menekankan, sekarang saatnya semua fraksi dan partai gotong-royong untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Dia juga meminta agar perwakilan partai di parlemen bisa terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan DPC Gerindra Kota Malang.

Sejak awal, Gerindra telah memberikan instruksi kepada para kadernya jika ada kasus seperti ini. "Instruksi sudah dari awal. Kejadian apa, sudah ada tindakannya. Apa plan A, plan B. Jadi aturan secara tertulis dan verbal jelas. Tapi secara kemanusiaan tetap saya jalankan bahwa akan ada rambu-rambu seperti ini," ungkapnya.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up