JawaPos Radar

Harapan Eks Kajati Jatim ke Risma Soal Gelora Pancasila

07/09/2018, 23:17 WIB | Editor: Budi Warsito
Harapan Eks Kajati Jatim ke Risma Soal Gelora Pancasila
Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur (Jatim), Maruli Hutagalung (Moh Mukiet/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur (Jatim), Maruli Hutagalung menyampaikan harapannya terhadap Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini terkait Gelora Pancasila yang berhasil merebut kembali Gedung Gelora Pancasila. Maruli menginginkan, gedung tersebut dapat memacu prestasi olahraga di Surabaya.

Menurut Maruli, saat ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk memajukan olahraga di Surabaya. Pasalnya, saat ini masyarakat Indonesia khususnya Surabaya masih berada dalam zona demam Asian Games yang baru saja rampung digelar.

“Mumpung sekarang sedang demam Asian Games dengan prestasi bangsa yang luar biasa, saya kira ini momentum yang tepat untuk menjadikan pengembalian Gelora Pancasila ke Pemkot Surabaya sebagai pemicu kemajuan olahraga di Jatim, khususnya di Surabaya,” kata Maruli saat mengunjungi Gelora Pancasila di Surabaya, Jumat (6/9).

Sebelumnya, Gelora Pancasila dikuasai oleh pihak swasta. Berkali-kali Pemkot Surabaya berusaha merebut kembali. Namun tak membuahkan hasil. Lalu Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini melaporkan masalah itu ke Kejaksaan Tinggi Jatim.

Dibawah komando Maruli, proses penyelidikan digelar, hingga akhirnya pihak swasta secara sukarela menyerahkan kembali gedung olahraga bersejarah itu ke Pemkot Surabaya pada awal 2018 silam. Juni 2018 lalu, aset senilai Rp 183 miliar itu resmi diserahterimakan ke Pemkot Surabaya.

“Perjuangan menyelamatkan Gelora Pancasila ini penuh kerja keras. Intinya, kalau kita berani, kalau kita punya idealisme, pasti bisa selamatkan uang negara,” ujar Maruli.

Maruli menambahkan, Gelora Pancasila dalam sejarahnya adalah ikon Jawa Timur dan Surabaya. Gedung itu salah satu simbol olahraga Jatim dan Surabaya. Gelora Pancasila yang terletak di tengah Kota Surabaya itu, dibangun pada 24 November 1964 atas prakarsa Gubernur Jawa Timur, Moh. Wiyono untuk kepentingan Pekan Olahraga Nasional (PON).

Gedung dibangun di atas lahan milik Pemkot Surabaya. Dengan lahan seluas 7.500 meter persegi. Gedung itu berkapasitas 5 ribu penonton.

“Semangat sejarah gedung ini sudah luar biasa. Tinggal sekarang kita manfaatkan. Aset sudah dikembalikan, maka mari dukung Bu Risma bagaimana mengelola Gelora Pancasila sebagai pusat pengembangan olahraga berskala internasional. Apalagi jika diintegrasikan dengan Lapangan Thor yang ada di sebelahnya yang juga aset Pemkot Surabaya,” papar Maruli.

“Semoga dari Gelora Pancasila yang telah kita selamatkan ini, kelak lahir Jonatan Christie baru, Lalu Zohri baru, dan atlet-atlet hebat yang bisa mengharumkan nama bangsa di pentas internasional,” pungkas Maruli yang kini maju menjadi Calon Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Surabaya-Sidoarjo melalui Partai Nasdem.

(mkd/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up