JawaPos Radar

Gila, Ayah Ajak Anak Bobol Kartu Kredit

07/09/2018, 19:05 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Gila, Ayah Ajak Anak Bobol Kartu Kredit
Ayah anak jadi sindikat pembobol kartu kredit. (Mahardhika/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap kasus pembobolan kartu kredit, oleh sekelompok jaringan yang diaktori oleh seorang residivis berinisial F, 37. Bahkan sang anak diajak untuk melancarkan aksinya itu.

Tersangka Fit, 37, beberapa tahun lalu sempat mendekam dalam penjara karena kasus yang sama. Kini dia melancarkan aksinya kembali dengan mengajak sang anak Enos, 19. Entah apa yang merasuki otak sang ayah hingga tega menjerumuskan anaknya kedalam lembah hitam kejahatan.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum AKBP Ade Ary membenarkan jika tersangka F adalah ayah dari tersangka Enos. "Ini, tersangka F alias Fit adalah ayah dari tersangka Enos. Jadi mereka berdua adalah keluarga kandung" jelas Ade, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/9).

Sementara itu, Enos yang merupakan anak dari aktor pelaku utama bertugas sebagai pembeli data base yang didapat dari tersangka lain berinisial R. R adalah seorang marketing dari pihak ketiga disalah satu perbankan yang kini menjadi daftar pencarian orang (DPO).

AKBP Ade menerangkan pasangan ayah dan anak ini kompak beroperasi selama satu tahun terakhir yang memakan jumlah korban hingga puluhan orang. Sementara kerugian diperkirkan hingga ratusan juta rupiah akibat aksi ini. Akibat dari perbuatannya, sepasang ayah dan anak ini diganjar 5 tahun penjara karena pasal yang dikenakannya 378 KUHP dan 362 KUHP.

"Mereka beroperasi kurang lebih satu tahun, ada 50 nasabah yang diduga menjadi korban. Dan yang baru kita buktikan skitar 10 orang" tambah dia lagi.

Dari kejadian ini, Assosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Dohar menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya pengguna kartu kredit agar tidak mudah percaya terhadap modus penipuan dengan hal seperti ini.

"Jadi untuk menjaga kemanan transaksi, jangan mudah percaya kalau ada telefon yang mengatas namakan karyawan bank lalu meminta data-data yang bersifat pribadi seperti nomot kartu, tanggal berlaku kartu dan 3 digit nomer terakhir kartu, karena pihak bank tidak pernah meminta data itu," pungkas Dohar.

(dik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up