JawaPos Radar

Ganjar Klaim Uang Ketok Palu Sudah Tak Ada

07/09/2018, 14:56 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Ganjar Pranowo
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - 41 Angota DPRD Kota Malang menjadi tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2015. Perkara tersebut menuai komentar dari Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

Ganjar menceritakan, pihaknya sempat membicarakan perkara di Kota Malang dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo usai pelantikan gubernur belum lama ini. Kedua lantas berkunjung ke Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami ngobrol, apa yang terjadi di Malang, Sumut, Jambi, polanya sama. Setiap mau mengetok (palu) itu, eksekutif memberikan sesuatu. Tradisi ini sejak saya memimpin sudah tidak ada sama sekali. DPR bisa bekerja sama dengan baik," ujar Ganjar usai melakukan serah terima jabatan di Gedung Gradika, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Jumat (7/9).

Tradisi tanpa uang kotok palu itu harus dipertahankan agar ke depan tak ada pihak yang dirugikan. "Eksekutif nggak boleh sombong. Mengatakan kabeh urusanku (semua urusanku, red), nggak boleh. Anda hanya mengatakan setuju atau tidak," sambung Ganjar.

Jajaran DPR yang memiliki fungsi menyerap, menghimpun, dan menyalurkan aspirasi, kanalnya harus dibuat. Untuk itu, Ganjar menekankan pentingnya penerapan e-planning dan e-budgeting.

"Maka siapa pun, apakah dia legislatif atau eksekutif, apakah masyarakat mengusulkan langsung melalui dua pintu ini, harus masuk ke sistem yang ada untuk mencegah terjadinya korupsi," ulas Ganjar.

Terakhir, Ganjar memastikan koordinasi Pemprov Jateng bersama Unit Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) KPK selama empat tahun belakangan bisa berjalan dengan baik. Ke depan, dirinya berharap kerja sama macam ini dapat dioptimalkan di jajaran kabupaten/kota. "Jadi maaf, kami di Jateng sudah model kasih-kasih kaya gitu. Kami sudah belajar dari pengalaman yang ada," cetus Ganjar.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up