JawaPos Radar

Duyung Seberat 120 Kilogram Ditemukan Mati di Pulau Rupat Utara

07/09/2018, 19:54 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Duyung Terdampar
Seekor duyung atau dugong ditemukan mati di perairan Sungai Simpur, Desa Suka Damai, Pulau Rupat Utara, Bengkalis Riau, pada Kamis (6/9) lalu. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Duyung atau Dugong seberat 120 kilogram ditemukan mati terapung di kawasan pantai Pulau Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Riau, pada Kamis (6/9) kemarin.

Satwa dengan nama ilmiah Dugong dugon itu, pertama kali ditemukan di perairan Sungai Simpur, Desa Suka Damai oleh nelayan setempat. Saat itu nelayan melihat mamalia laut tersebut terdampar di bibir pantai. Kondisi tubuhnya sudah memutih.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono mengatakan, awalnya nelayan itu mengira dugong yang mati itu adalah ikan laut jenis biasa. Kemudian dugong itu ditarik ke laut untuk dihanyutkan.

Petugas Balai Pengelolaan Sumber Daya Perairan dan Laut (BSPL) Padang, Sumatera Barat yang pada waktu bersamaan berada di Rupat selanjutnya memperoleh informasi temuan dugong itu. 

"Akan tetapi, ketika berada di lokasi yang diinformasikan, petugas BSPL tak dapat menemukan bangkai dugong itu. Akhirnya, dengan dibantu petugas Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis, BSPL Padang dan nelayan serta WWF, proses pencarian dilakukan," kata dia.

Dugong tersebut dapat ditemukan beberapa jam kemudian. Selanjutnya, petugas melakukan identifikasi terhadap bangkai dugong. "Dugong itu berjenis kelamin betina. Panjangnya  2,41 meter dan lebar 1,65 meter," tuturnya.

Untuk penyebab kematian sendiri, belum dapat dipastikan. Karena kondisi dugong sudah mengeluarkan bau tidak sedap maka dugong itu langsung dikuburkan. Dijelaskan Suharyono, kasus kematian dugong di Pulau Rupat, bukanlah yang pertama kalinya. Terakhir kali kasus kematian dugong terjadi pada 2017 silam. 

Saat itu, dugong ditemukan mati setelah terjerat jaring nelayan. Kasus itu sempat viral setelah kematian dugong yang terjerat jaring tersebut direkam video amatir hingga viral di media sosial. 

"Kematian dugong ini adalah kematian untuk kali kedua di Rupat Utara. Untuk itu BBKSDA Riau telah melakukan sosialisasi pada tahun 2017 sebagai akibat kematian dugong," ungkapnya.

Dugong merupakan satwa dilindungi dalam tiga cakupan konvensi konservasi internasional. Yaitu, konvensi tentang Keanekaragaman Hayati (CBD, konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka Fauna dan Flora Liar (CITES) dan konvensi tentang Spesies Migrat Spesies Hewan Liar (juga dikenal sebagai CMS atau Konvensi Bonn). Sedangkan di Indonesia, dugong dilindungi berdasarkan peraturan pemerintah nomor 7 tahun 1999.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up