Patah Tulang, 300 Korban Gempa Lombok Dioperasi

07/08/2018, 14:14 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kondisi pascagempa yang mengguncang Lombok, NTB, beberapa waktu lalu. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Ratusan warga Lombok yang menjadi korban gempa mendapatkan penanganan medis dari tim gabungan. Adapun tim terdiri dari relawan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan Public Safety Center (PSC) dari Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar.

Koordinator Tim Gabungan Prof Idrus Paturusi mengungkapkan, operasi terhadap korban mulai dilakukan sejak pagi tadi. Rata-rata mereka mengalami patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi.

"Data sementara yang di rumah sakit saja ada sekitar dua ratusan kasus patah tulang. Di luar ada sekitar seratusan lagi. Jadi kurang lebih ada sekitar tiga ratusan kasus yang akan kami operasi," jelas Idrus dalam keterangan resmi yang diterima JawaPos.com di Makassar, Selasa (7/8).

Proses operasi sendiri dilakukan di Rumah Sakit Umum NTB dengan menggunakan 11 kamar. Tim medis gabungan akan berkoordinasi dengan sejumlah tim lain agar dalam penanganan operasi bisa dimaksimalkan.

"Hari ini sudah ada juga dari Bali, Surabaya, Bandung, Jakarta, Jogja. Mudahan-mudahan dengan kerja sama ini, kami bisa melakukan operasi paralel. Kami harapkan bisa sampai lima puluh kasus satu hari tertangani," jelas matan Rektor Unhas itu.

Kelengkapan peralatan medis sudah sepenuhnya rampung. Masing-masing tim medis dari sejumlah daerah juga semakin banyak memberikan bala bantuan. Apabila dimungkinkan, proses operasi untuk korban patah tulang diupayakan tuntas dalam waktu sepekan.

(rul/JPC)

Alur Cerita Berita

Mewujudkan Mitigasi lewat Tata Ruang 07/08/2018, 14:14 WIB
Gempa, Konstruksi, dan Edukasi 07/08/2018, 14:14 WIB
Unhas Kirim Tim Medis ke Lombok 07/08/2018, 14:14 WIB

Berita Terkait

Rekomendasi