JawaPos Radar

Dua Honorer DPRD Batam Dikabarkan Berbuat Mesum di Ruang Pimpinan

07/08/2018, 19:35 WIB | Editor: Budi Warsito
Dua Honorer DPRD Batam Dikabarkan Berbuat Mesum di Ruang Pimpinan
Kantor DPRD Kota Batam (Bobi/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kabar mengejutkan datang dari Kantor DPRD Kota Batam. Kabar yang beredar, dua honorer di DPRD Kota Batam dikabarkan melakukan tindak asusila di ruangan Wakil ketua DPRD Kota Batam, Zainal Abidin. Tindakan itu diduga dilakukan dua honorer bersama dengan anggota DPRD Kampar yang tengah bertamu.

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto masih belum mau berkomentar banyak menanggapi kabar yang tengah hangat diperbincangkan itu. Ia mengatakan, pihaknya akan memastikan terlebih dahulu secara jelas terkait ada atau tidaknya kejadian ini.

"Masih akan dibahas dan memgumpulkan petunjuk terkait kebenaran kabar yang didapat dari internal DPRD Kota Batam," ujar Nuryanto, di Gedung DPRD Kota Batam, Batam Centre pada Selasa (7/8).

Namun, dirinya tak menampik jika honorer berinisial FD dan AY yang diduga melakukan tindakan itu memang penyedia konsumsi di DPRD Kota Batam. Keduanya bertugas memberikan pelayanan dalam bentuk penyediaan konsumsi termasuk untuk tamu DPRD Kota Batam yang datang.

"Saat ini belum bisa dipastikan tentang kejadian itu. Tapi kedua pegawai honorer (FD dan AY) juga sudah diskor," terang Nuryanto.

Dari informasi yang beredar, kejadian yang berlangsung Senin (23/7) lalu ini, bermula dari kedatangan tamu diduga berasal dari DPRD Kampar. Zainal yang saat itu memiliki agenda sidang paripurna, meninggalkan tamu-tamunya tersebut di ruangan kerjanya. Akhirnya dua wanita yang disebutkan di atas diarahkan untuk melayani tamu tersebut.

Beberapa jam berikutnya, seorang petugas kebersihan berinisial BD yang datang untuk membersihkan ruangan terkejut dengan kondisi tempat tidur di ruang kerja Zainal yang sudah dalam kondisi berantakan. BD juga menemukan handuk yang diduga terdapat sisa sperma.

Terkait hal itu, Zainal Abidin mengaku mendengar kabar tersebut. Kabar tentang kejadian itu ia dapat sehari kemudian atau, Selasa (24/7). "Ini belum jelas, makannya kita minta Sekwan cari tahu," kata Zainal.

Saat ini, kabar mesum tersebut masih menjadi perbincangan di masyarakat Batam. Masyarakat berharap, agar permasalahan ini segera diproses hingga tuntas mengingat masalah ini berkaitan dengan pelanggaran moral. Karena akan membawa dampak pada pandangan orang terhadap Kota Batam.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up