JawaPos Radar

Adik Anggota DPRD Pontianak yang Mutilasi Ibu Kandung Diobservasi RSJ

07/07/2018, 05:10 WIB | Editor: Estu Suryowati
Adik Anggota DPRD Pontianak yang Mutilasi Ibu Kandung Diobservasi RSJ
Ilustrasi kriminalitas. Seorang perempuan di Pontianak tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri dan memutilasi jasad korban. (dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap jenazah korban pembunuhan dan mutilasi di Gang Landak Jalan Tanjungpura, Kecamatan Pontianak Selatan, Kamis (5/7) sore. Saat ini jenazah sudah dikembalikan ke pihak keluarga.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol M Husni Ramli menuturkan, baru hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban. Berdasarkan koordinasi dengan dokter, hasil pemeriksaan jenazah baru akan diketahui tujuh hari ke depan.

"Di mana keluarga dari korban juga menolak dilakukan otopsi, sehingga kami melakukan visum terhadap jenazah," ungkapnya dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Sabtu (7/7).

Husni menyebutkan, korban mengalami mutilasi di dua kaki yang terpotong. Lalu bagian kepala dan leher hampir putus. Begitu pula dengan kedua lengan juga hampir putus. Sedangkan jempol tangan putus. Semua bagian tubuh sudah diserahkan ke rumah sakit Soedarso.

"Jenazah siang ini (Jumat) kami serahkan kepada pihak keluarga," ujarnya.

Sementara untuk pelaku, Husni mengaku belum sempat dilakukan pemeriksaan. Alasannya, pelaku mengalami gangguan mental.

Saat ini tersangka dilakukan observasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sungai Bangkong Kota Pontianak. Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, observasi terhadap tersangka membutuhkan waktu 14 hari.

"Mungkin setelah observasi, baru kami lakukan pemeriksaan," jelasnya.

Husni menjelaskan, tim penyidik termasuk dirinya juga melakukan interogasi langsung kepada pelaku. Husni mengakui, memang pelaku tidak bisa diajak berbicara dan keterangannya tidak bisa disimpulkan.

"Pertanyaan yang diberikan tidak nyambung dengan jawaban. Dari pihak keluarga masih menyerahkan dulu ke penyidik. Terutama untuk observasinya," tutup Husni.

Sementara itu, Kasubag TU RSJ Sungai Bangkong, Yuliana membenarkan, pihaknya telah menerima pasien atas nama HN yang dikirimkan Polresta Pontianak.

"Tadi malam kami telah menerima dan sekarang masih dalam pemeriksaan. Dan itu kewenangan dokter psikiater yang memeriksanya," tuturnya kepada wartawan.

Sebelumnya diberitakan kasus pembunuhan dan mutilasi menimpa Jong Sui Jo, 80. Korban dibunuh anak kandungnya sendiri, Lung Hui Na alias Ana dengan menggunakan parang.

Perempuan 43 tahun ini memiliki riwayat gangguan jiwa. Keduanya merupakan ibu dan adik kandung anggota DPRD Pontianak Hartono Azas.

(jpg/ce1/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up